Senin, 15 November 2010

Semangat Berkurban Modal Penting Membangun Peradaban

Hadirin sidang shalat ied yang dirahmati Allah Swt
Pada hari ini, 10 Zulhijjah 1431 H, kita menunaikan ibadah shalat iedul adha sebagai bentuk manifestasi penyerahan diri sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. Pada saat yang sama, saudara-saudara kita dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Makkah al-Mukarramah, memenuhi panggilan Allah Swt, Tuhan Alam semesta, untuk menunaikan ibadah haji. Mudah-mudahan ibadah haji saudara-saudara kita itu diterima Allah Swt dan mereka kembali dengan selamat ke negara maupun daerah masing-masing dengan predikat haji mabrur.

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Bagi sebagian dari kita shalat Iedul adha dan berkurban yang kita lakukan kali ini adalah yang kesekian puluh kalinya. Tetapi, pernahkah kita bertanya pada diri kita masing-masing, apakah ibadah yang telah puluhan kali dilakukan ini hanya sebuah rutinitas tanpa makna bagi kehidupan kita? Sudahkah kita mengambil pelajaran berharga di balik pelaksanaan ibadah tersebut untuk semakin meningkatkan kualitas kehidupan kita berupa peningkatan ketaqwaan kepada Allah Swt?

Apakah makna iedul adha telah dipahami dengan baik oleh hati kita? Telahkah jiwa kita menyadari bahwa di balik pelaksanaan iedul adha ada perintah berkurban untuk sesama? Telahkah kita menyadari betapa luar biasanya implikasi pelaksaan kurban bagi hidup kita, baik di dunia maupun akhirat?

Atau justru kondisi sebaliknya yang terjadi? Setelah ibadah hari raya kita jalani, kita kembali ke keadaan dan tingkah laku semula, tanpa sedikit pun terjadi perubahan yang mencerminkan pesan-pesan hakiki iedul adha. Tidak ada perubahan signifikan dalam hidup kita ke arah yang lebih baik. Bahkan tingkah laku kita justru makin jauh dari pesan iedul adha maupun pesan kurban?

Betapa ruginya kita jika kondisi ini yang terjadi. Kita seolah-olah telah melakukan ibadah, tapi ternyata kita tidak mendapatkan apa-apa dari yang telah kita lakukan tersebut. Kondisi ini sama dengan orang yang melakukan puasa (shaum), tetapi tidak ada satupun yang ia dapatkan dari shaumnya kecuali lapar dan dahaga (sebagaimana yang disinyalir oleh hadits Nabi Saw).

Hadirin sidang ied yang dimuliakan Allah
Mari kita bersikap “aji mumpung” di sini. Mumpung kita melaksanakan ibadah iedul adha, sekalian saja ibadah tersebut dilakukan secara totalitas dan penuh makna. Mumpung kita sedang melakukan ibadah ied, sekalian saja kita gunakan untuk mengubah tingkah laku kita sehingga mencerminkan pesan-pesan iedul adha yang hakiki. Mumpung kita sedang melaksanakan ibadah kurban, sekalian saja kita menghisab (menghitung-hitung), sudah berapa besar dan seberapa ikhlaskah kurban yang telah kita lakukan selama ini.

Akibat berbagai kesibukan dan rutinitas tiap hari, kadang manusia lupa merenungi siapa dirinya, apa yang sudah dia lakukan dan peroleh, bagaimana menggunakan yang dia peroleh itu, dan sebagainya. Seolah-olah hati nurani kita tumpul. Karena itu, momen iedul adha seperti pagi ini bisa menjadi waktu terbaik untuk merenungi semua itu, sehingga kita meyakini betul bahwa apa-apa yang kita dapat dan kita pergunakan telah sesuai dengan perintah Allah Swt.


Allaahu Akbar 3x
Maasyiral muslimin rahimakumullah


Momen iedul adha harus menyadarkan nurani kita untuk berkurban. Jangan sekali-kali kita remehkan sikap pengorbanan. Berbagai perubahan besar dalam peradaban manusia lahir dari pengorbanan satu atau beberapa orang. Pengorbanan dan perjuangan Rasulullah Saw dan para sahabat telah mengubah bangsa Arab jahiliyah menjadi bangsa yang dirahmati Allah dalam waktu yang sangat singkat.

Islam menyebar ke seluruh dunia (termasuk di Indonesia) berkat pengorbanan para wali dan penyebar Islam di masa lalu. Kita bisa hidup nyaman di negara merdeka ini adalah buah pengorbanan para pahlawan pendahulu kita. Andaikata pengorbanan itu tidak ada, mungkin hingga saat ini kita masih hidup dalam negara jajahan. Dan kalaupun kita merdeka, pastilah kemerdekaan itu adalah hadiah dari penjajah. Jika ini yang terjadi, maka kebanggaan sebagai bangsa yang merdeka akan berkurang, karena kemerdekaan didapat dari belas kasihan penjajah.

Sidang ied yang berbahagia
Tokoh-tokoh besar yang “menorehkan” jejak langkahnya dengan tinta emas dalam sejarah dunia adalah orang-orang yang mengisi sebagian besar waktu hidupnya dengan pengorbanan yang luar biasa. Melihat orang-orang sukses, kadang secara terburu-buru kita menilai betapa senangnya hidup orang itu. Seolah-olah semua keinginan mereka bisa dipenuhi dengan mudah. Namun, sesungguhnya, kita lupa bahwa mereka yang sukses itu telah melewati sebagian besar waktu hidupnya di masa lalu dengan berbagai pengorbanan besar, pengorbanan yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Karena memang, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Allah berfirman:

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu memberikan (mengorbankan) apa yang kamu cintai." (Q.S. Ali Imran, 3: 92)

Meraih kesuksesan tanpa pengorbanan pada dasarnya melanggar sunatullah, hukum Allah, yang pasti dan tetap. Keinginan untuk sukses tanpa pengorbanan sering menggiring manusia melakukan tindakan tercela. Perilaku korupsi yang merongrong negeri ini adalah contoh nyata tingkah laku manusia yang ingin meraih kesuksesan besar di bidang materi tanpa usaha dan pengorbanan yang berarti. Mereka memanfaatkan posisi dan jabatan atau memanipulasi data keuangan untuk mendapatkan sesuatu yang bukan menjadi haknya. Korupsi adalah tindakan yang secara konsisten menghancurkan umat dan bangsa ini.

Hadirin sidang shalat Ied yang dirahmati Allah
Andaikan dalam diri setiap muslim tertanam jiwa pengorbanan yang tulus, niscaya bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan terbaik di muka bumi ini. Pengorbanan seorang Nabi Ibrahim Saw saja telah mengubah wajah dunia. Memang pengorbanan yang kita lakukan tidak dapat dibandingkan dengan pengorbanan para nabi terdahulu. Tetapi kalau pengorbanan tersebut dilakukan oleh ratusan juta penduduk, dan dilakukan dengan ikhlas hanya untuk mencari ridla Allah Swt, maka hasil yang diperoleh pun insyaAllah menjadi tak terbayangkan dampak positifnya.

Namun kadang kita sangat sulit berkorban atas harta yang kita miliki, meskipun harta tersebut kadang kita peroleh dengan mudah. Kita kadang tidak merasa rugi ketika harta yang kita peroleh digunakan untuk piknik ke luar negeri, menikmati berbagai hiburan mahal, harta benda yang mewah, dan santapan lezat. Sebaliknya, kita kadang merasa sangat rugi jika harta tersebut digunakan untuk kegiatan di jalan Allah Swt, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Mari kita renungkan hadits Rasulullah Saw:

”Hati-hati dengan sifat kikir. Sebab sesungguhnya kehancuran umat sebelum kalian diakibatkan kekikiran. Sifat kikir telah mendorong mereka untuk berlaku pelit, lalu mendorong mereka untuk memutus silaturahim dan akhirnya telah mendorong mereka melakukan kejahatan”.

Dan perhatikan firman Allah Swt:

”Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah, 2: 126)


Allahu Akbar walillahilhamd
Hadirin sidang shalah ied yang dimuliakan Allah
Mari kita renungkan sepenggal kisah nabi Ibrahim As. agar dapat memetik pelajaran bernilai di dalamnya. Hingga usia senja nabi Ibrahim belum dikarunia anak oleh Allah Swt. Tetapi doa tiada putus tetap disampaikan ke hadirat Allah Sang Khalik, Pencipta jagat raya dan manusia,

”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh “ (QS. Ash Shaffat, 37: 100)

Allah pun menganugerah Nabi Ibrahim As. seorang anak, yang kemudian diberi nama Ismail, pada saat Nabi Ibrahim dalam usia ujur.

”Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar“. (QS. Ash Shaffat, 37: 101).

Begitu anak – yang sekian lama dinantikan dan didambakan - lahir, Allah meminta Nabi Ibrahim agar mengorbankan kerinduannya pada sang anak dengan mengasingkan anak dan isterinya ke lembah yang sangat sunyi, gersang dan hampir tanpa sumber penghidupan, yang kemudian hari menjadi Mekkah yang sangat ramai dikunjungi umat manusia setiap saat.

"Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim, 14: 37)

Dan ketika Nabi Ibrahim kembali bertemu istri, Siti Hajar, serta anaknya Ismail yang sudah besar, Allah lalu memerintahkan Ibrarim As. untuk mengorbankan anak kesayangannya itu.

”Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat, 37: 102).

Mari kita bayangkan dan renungkan. Anak yang “diperoleh” dengan susah payah dan didapat pada sisa-sisa hidup Ibrahim itu diperintahkan oleh Allah Swt. untuk diasingkan. Dan ketika Ismail sudah besar, Allah pun kembali memerintahkan agar anaknya itu untuk dikorbankan.

Jika menggunakan logika manusia, maka kita bersimpulan: betapa tidak adilnya Allah. Betapa Allah tidak mengasihi hamba-Nya dengan memberikan cobaan yang bertubi-tubi, sangat berat dan sulit diterima akal sehat. Hanya keimanan, yang kuat dan berkualitas tinggi, yang sanggup menerima semua itu, dan Nabi Ibrahim As. berhasil melewati cobaan demi cobaan itu dengan baik.

Akhirnya sejarah mencatat bahwa peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim As. dan keluarganya yang luar biasa ini merupakan awal lahirnya orang-orang besar, para nabi, yang sangat berpengaruh bagi umat manusia. Dan Nabi Ibrahim As. menjadi bapak para nabi besar itu.

”Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.“ (QS. Ash Shaffat, 37: 119)


Allaahu Akbar 3x
Maasyiral muslimin rahimakumullah
.
Kita pun diminta oleh Allah Swt untuk berkorban. Tetapi pengorban yang diminta tidak sebesar pengorbanan nabi Ibrahim dan para nabi lainnya. Kita hanya diminta untuk menyisihkan sebagian kecil saja yang kita miliki, bukan semuanya. Dalam suasana iedul adha ini Allah Swt meminta kita untuk menyembelih hewan kurban. Permintaan itu tidak akan membuat kita jatuh miskin atau hidup kita menjadi sengsara. Allah memerintahkan ini semata-mata agar kita menjadi manusia yang semakin bertaqwa kepada-Nya. Sungguh Allah Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya.

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah Telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al Hajj, 22: 37)

Kalau kita bangsa Indonesia ini menyadari begitu pentingnya berkurban, maka dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini, yaitu 235 juta jiwa, bangsa ini menjadi rujukan bangsa muslim lainnya di dunia. Dan bukan mustahil bangsa ini menjadi bangsa paling unggul di muka bumi.

”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran, 3: 92)

Tapi harus kita ingat, sifat rela berkorban harus muncul dari kesadaran diri kita masing-masing, bukan karena imbauan atau perintah. Perbuatan yang dilandasi kesadaran diri akan mengalir dengan spontan dalam kondisi apa pun. Perbuatan yang dilandasi kesadaran tidak mengharapkan apresiasi atau penghargaan orang lain. Dia bisa lahir dalam kondisi terang maupun tersembunyi tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

Hadirin sidang shalat ied yang dimuliakan Allah
Saat ini bangsa kita sedang mengalami musibah, yaitu bencana alam, yang bertubi-tubi. Saudara-saudara kita di Wasior, Papua Barat; Mentawai, Sumatra Barat; Jawa Tengah dan DIY sedang diuji oleh Allah Swt dengan bencana banjir, tsunami, dan letusan gunung api. Terpampang di media massa tiap hari kondisi dan keadaan saudara-saudara kita tersebut yang tengah berjuang menghadapi ujian dari Allah Swt tersebut. Apakah nurani kita ikut terketuk? Apakah semangat berbagi muncul dari batin kita? Jika belum, bayangkan jika mereka-mereka yang berwajah pilu tersebut adalah anak-anak kita, orang tua kita, saudara-saudara kita. Masihkah hati kita belum terketuk juga? Jika belum juga, mari kita ingat-ingat ancaman Rasulullah Saw.

“Takutlah terhadap kezaliman, karena kezaliman menyebabkan kegelapan di hari Kiamat. Dan takutlah terhadap kekikiran, karena kekikiran telah membinasakan orang-orang sebelum kalian, serta menjadikan mereka saling bunuh dan melakukan hal yang dilarang” (HR. Muslim).

Perhatikan pula firman Allah Swt berikut:

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) menuju kesukaran (kesengsaraan). Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” (QS. Al Lail, 92 : 8-11)

“Dan siapa yang dipelihara dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al Hasyr, 59 : 9)


Allahu akbar 3x walillahilhamd
Untuk adik-adik mahasiswa dan pelajar, hendaklah kalian ingat bahwa nasib bangsa dan umat ini di masa datang ada di tangan kalian. Dalam kurun waktu 20-30 tahun mendatang, kalianlah yang akan memimpin bangsa dan umat ini. Jaya atau hancur leburnya bangsa ini di masa datang akan sangat bergantung pada kalian. Dan bagaimana keadaan serta perikalu kalian di masa depan sangat bergantung pada apa yang kalian lakukan masa kini.

Fakta sejarah dengan jelas membeberkan bahwa orang-orang hebat adalah mereka yang telah melewati masa lalu hidupnya dengan berbagai pengorbanan yang tak terperikan. Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar untuk umat dan bangsa ini di masa datang, maka sejarah hidup kalian sekarang dan selanjutnya harus diwarnai dengan semangat berkorban, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan kalian. Belajar dan bekerja giat dengan mengorbankan sebagian hiburan duniawi, yang berlimpah dan sangat memesona nafsu, saat ini atau mengorbankan sebagian waktu tidur kalian untuk menempa diri adalah sebagian pengorbanan yang kalian lakukan untuk menjadi orang besar di masa datang.

Sadarilah, kalian adalah pemimpin masa depan. Sadarilah bahwa nasib bangsa dan umat ini di masa depan ada dalam genggaman kalian. Kalianlah yang akan menentukan ke mana bangsa dan umat ini akan dibawa. Tidak ada perjalanan mulus untuk meraih cita-cita besar, karena untuk meraih cita-cita besar itu bak menapaki jalan yang mendaki – sulit, penuh onak dan duri, serta jurang di kiri dan kanannya.

Makin besar cita-cita yang ingin diraih maka makin besar pula tantangan yang akan menghadang. Tetapi tetaplah berjalan lurus ke depan dan kuatkan tekad, niscaya keberhasilan akan menanti di depan.

“Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad (akan sesuatu yang baik), maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal” (QS. Ali Imran, 3 : 159).

”Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf, 12 : 87).

Tidak ada gunung yang tinggi bagi seekor rajawali perkasa.

Mudah-mudahan iedul adha kali ini menjadi awal kebangkitan semangat berkorban bagi kita dalam rangka mewujudkan kejayaan bangsa. Bangsa ini akan menjadi pemimpin di muka bumi jika perintah Allah swt dijalankan secara paripurna.

Hadirin sidang shalat ied yang dimuliakan Allah
Di akhir khutbah ini marilah kita berdoa kehadirat Allah Swt, Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang agar hati kita selalu diingatkan dan dikuatkan untuk tetap mengobarkan semangat berkurban. Berkurban adalah modal penting bagi pembangunan dan perubahan peradaban. Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Rahim selalu memberi petunjuk-Nya yang lurus kepada kita semua, memaafkan dan mengampuni kesalahan dan dosa-dosa kita. Memberi rahmat, berkah dan hidayah-Nya kepada kita semua:

Ya Allah janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, serta anugerahilah kami rahmat dari sisi-Mu, sungguh Engkau Maha pemberi Anugerah
Ya Allah, sungguh Engkau yang mengumpulkan manusia pada hari yang tiada keraguan di dalamnya, sungguh engkau tidak mengingkari janji

Ya Allah, Tuhan semesta alam. Pada hari ini kami bersimpuh di hadapan-Mu. Kami mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid untuk mengagungkan asma-Mu. Tidak ada yang lain yang kami harapkan kecuali ampunan dan maghfirah- Mu.

Kami sadar, betapa banyak perintah-Mu yang kami abaikan. Betapa banyak larangan-Mu yang kami langgar. Sebagai manusia kami sering lupa pada diri kami, lupa keberadaan kami, dan lupa pada hakikat penciptaan kami. Ya Allah, ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa saudara-saudara kami. Hanya kepada-Mu lah tempat kami memohon, dan kepada-Mu lah kami semua akan kembali.

Ya Allah, tanamkan dalam jiwa kami semangat berkurban yang tidak kenal henti. Kadang kami begitu kikir untuk mengorbankan apa yang kami miliki di jalan-Mu meskipun sedikit. Kadang kami lebih tergoda oleh bujukan duniawi yang begitu memesona sehingga tanpa ragu-ragu kami mengeluarkan harta yang kami miliki untuk kesenangan dunia semata. Hanya dengan hidayah-Mu hati kami bisa tegar dan istiqamah dalam jalan yang Engkau ridhai.

Ya Allah, Tuhan yang menggenggam jagad raya. Saat ini bangsa kami bertubi-tubi dilanda berbagai bencana alam. Banyak saudara kami yang kehilangan sanak saudara dan harta benda. Sebagian mereka kini berada di tempat-tempat penampungan. Kuatkan dan teguhkan hati mereka ya Allah, agar mereka tetap menyembah dan mengabdi kepada-Mu, semakin dekat kepada-Mu, semakin bertaqwa kepada-Mu. Hanya Engakulah yang bisa menguatkan jiwa-jiwa yang pilu.

Ya Rabbana Tuhan kami, jutaan saudara kami tengah memenuhi panggilan-Mu ke Baitullah, menunaikan ibadah haji. Menjalankan salah satu rukun dalam agama-Mu. Terimalah ibadah haji mereka, ya Allah. Jadikan haji mereka sebagai haji mabrur. Berilah keselamatan kepada mereka hingga sampai ke negara asal atau daerah asal masing-masing.

Ya Allah, kuatkan semangat berkurban pada jiwa semua muslimin dan muslimat. Karena kami yakin hanya dengan semangat kurban yang membara kami bisa membawa umat ini menjadi umat yang unggul dan terbaik di muka bumi ini.

Ya Allah, sungguh kami mendengar seruan kepada iman, maka kami pun beriman, karenanya ampunilah segala dosakami, hapuslah segala keburukan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang shaleh.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami apa yang Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-Mu dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari qiyamat, sungguh Engkau Zat yang tidak mengingkari janji

Ya Allah, anugerahilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka

Ya, Allah kabulkanlah doa dan permohonan kami. Karena Engkaulah Zat Pengabul doa dan permohonan. Amin, ya Allah yaa Rabbal ‘alamin.

Rabu, 09 Juni 2010

Peluncuran buku: KARAKTERISASI MATERIAL STRUKTUR NANO: Teori, Penerapan, dan Pengolahan Data

Pada acara The 3rd Nanoscience dan Nanotechnology Symposium 2010 tanggal 16 Juni minggu depan kita akan meluncurkan buku,

Judul: Karakterisasi Material Struktur Nano: Teori, Penerapan, dan Pengolahan Data
Penulis: Dr. Mikrajuddin Abdullah dan Dr. Khairurrijal
Penerbit: Rezeki Putera, Bandung

Kita akan berusaha meluncurkan buku baru tiap penyelanggaraan simposium tahunan ini. Tahun lalu kita meluncurkan buku Pengantar Nanosains (Penulis: Mikrajuddin Abdullah, Penerbit: Penerbit ITB). Buku yang sekarang berisi pengalaman-pengalaman mengembangkan riset dengan kondisi yang masih belum menyamai kondisi di negara lain yang lebih maju. Kita mencoba mencari alternatif-alternatif termasuk mengembangkan metode sendiri dan membangun peralatan sendiri sehingga riset tetap bisa berjalan. Dengan pendekatan ini, kita masih bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan sains dan kita merasa makin percaya diri.

Barangkali ada bapak/ibu yang berminat memesan? Harganya ditaksir Rp 70 ribu per eksemplar.

Selasa, 06 April 2010

Langkah Menuju Keunggulan

Menurut pendapat saya, di antara beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mencapai hasil-hasil unggul (lebih khusus untuk para dosen adalah)

1) Menyediakan tenaga dan waktu ekstra melebihi apa yang dilakukan rata-rata dosen. Kadang menggunakan waktu libur dan waktu di luar jam kerja resmi untuk terus berkarya. Hasil yang lebih besar hanya dapat dicapai dengan meluangkan tenaga dan waktu lebih banyak.

2) Berpikir secara parallel, yaitu kemampuan memecahkan sejumlah masalah pada saat yang bersamaan. Walaupun awalnya sulit, dengan berlatih terus-menerus kita akan memiliki kemampuan berpikir parallel dan dapat mencapai hasil yang beragam secara maksimal pada saat yang hampir bersamaan.

3) Membiasakan diri bekerja dan berpikir dalam kondisi “terganggu” sehingga walaupun kita mendengar rengekan dan tangisan anak atau sambil diajak bermain oleh anak, kita tetap dapat berpikir dan bekerja. Awalnya ini sangat sulit terutama bagi pekerjaan yang menuntut banyak pemikiran. Namun usaha terus-menerus membuat kita dapat bekerja dan berpikir dalam suasana apa pun.

4) Memiliki mental untuk menjadi yang terbaik atau yang pertama.

Kamis, 01 April 2010

Jurnal-Jurnal Ilmiah Gratis: Mau??

Bagi bapak-ibu yang membutuhkan jurnal-jurnal ilmiah secara gratis, silakan buka situs-situs berikut ini. Hampir seribu jurnal ilmiah yang dapat didownload secara gratis. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat bagi riset yang sedang kita lakukan. Semoga tidak ada lagi keluhan kesulitan mendapatkan makalah ilmiah.

1) BENTHAM OPEN publish over 250 peer-reviewed open access journals. .... www.bentham.org/open/

2) Hindawi Publishing Corporation
Hindawi is a rapidly growing academic publisher with 200+ Open Access journals covering all major areas of science, technology, and medicine.
www.hindawi.com

3) Japan Science and Technology Information Aggregator,Electronic
www.jstage.jst.go.jp/browse/

4) Institute of Physics
Makalah-makalah yang diterbitkan IOP dalam satu bulan terakhir gratis untuk didownload.
www.iop.org/

5) Directory of open access journals (DOAJ)
www.doaj.org/

6) Open Journal Systems
pkp.sfu.ca/ojs/

7) BioMed Central
www.biomedcentral.com/

Rabu, 24 Maret 2010

Riset yang Terukur dan Terget yang Jelas

Banyak topik riset yang dilakukan di ITB, namun terlalu tersebar sehingga tidak membawa implikasi besar. Contohnya, riset KK dengan biaya sekitar Rp 50 juta, terlalu beragam topiknya dan terlalu tanggung dananya untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Walaupun dalam kebijakan ITB topik riset sudah dipilih berdaarkan pririotas, tetap saja tiap topik prioritas tersebut menghasilkan sejumlah sebaran subtopik yang kadang tidak terkait satu sama lain. Contohnya topik riset energy terbarukan bisa menyebar menjadi riset energy angin, sel surya, geothermal, energi hidro, biofuel, fuel cell, dan sebagainya. Subtopik-subtopik tersebut kadang sulit diintegrasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih bermakna. Masing-masing hanya sampai pada hasil yang tanggung, walaupun ada berapa yang sampai pada hasil yang luar biasa (saya melihat ini hanya kebetulan, karena sulit dengan biaya 50 juta mendapatkan hasil riset yang luar biasa).

Menurut pendapat saya, perlu sutu kebijakan top-down dimana pimpinan ITB menspesifikasi dengan sangat tajam topik riset mana yang akan diangkat dan memberikan dana yang cukup besar untuk melakukan riset tersebut dengan target yang jelas dan terukur tiap tahunnya. Dipilih topik-topik strategis yang penting bagi bangsa, dan feasible untuk dilakukan oleh civitas ITB dari sisi sumber daya. Kalau perlu dibikin pusat riset khusus untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagai ilustrasi, misalnya ITB ingin memiliki kemampuan membuat mobil dalam waktu 5 tahun. Targetnya adalah mobil tersebut harus benar-benar operasional dalam 5 tahun. Dibangun pusat riset pengembangan mobil. Dipilih semacam CEO. Di pusat riset ini, ITB memberikan dana cukup besar dan pusat riset diwajibkan menghasilkan mobil dalam waktu 5 tahun. CEO dan pimpinan pusat riset ini memilah-milah lagi topik riset menjadi riset atas subtopic riset tentang pengembangan komponen-komponen mobil. Misalkan kepada dosen ITB ditawarkan subtopik riset tentang
a) Pengembangan mesin mobil
b) Pengembangan ban mobil
c) Pengembangan kaca mobil
d) Pengembangan chasis mobil
e) Pengembangan lampu mobil
f) Pengembangan sistem elektronik mobil
g) Pengembangan disain mobil
h) Pengembangan aerodinamik mobil
i) Pengembangan suspensi mobil
j) Dll.

Semua bagian ini juga diberi target, baik secara tahunan maupun target final selama 5 tahun. Sehingga dalam waktu 5 tahun, hasil dari bagian-bagian tersebut dapat diintegrasikan menjadi satu mobil yang sudah jalan dan siap diproduksi.

Untuk sementara dipilih beberapa topik saja yang benar-benar sangat mendesak untuk kemandirian bangsa. Tidak memilih topik yang sekedar memenuhi “selera” beberapa orang, tetapi didasarkan pada tingkat keberhasilan serta kebergunan bagi bangsa.

Topik besar lain yang menurut saya perlu kita prioritaskan adalah
1) Pusat Riset Buah-buahan Tropis (Tropical Fruit Research Center)
Tujuan pusat riset ini adalah agar di dunia kita unggul dalam teknologi buah-buahan tropis dan mengalahkan Thailand. Sekarang cukup miris kalau kita ke supermarket, karena hampir semua buah yang dijual adalah buah impor dan kebanyakan dari Thailand. Harusnya kita yang menguasai ekspor buah tropis ke seluruh dunia.

Pada pusat riset ini bukan saja orang biologi/pertanian yang terlibat tetapi juga orang-orang teknik. Karena akan meliputi perancangan alat-alat pengolahan, sensor kematangan buang, packaging, control drainase, control kelembaban, teknologi pupuk, pasca panen, dll.

2) Pusat Riset Energi Matahari (Solar Energy Research Center). Kita adalah bangsa yang dikarunia Tuhan YME energi matahari yang luar biasa, tidak pernah berhenti sepanjang tahun dan arah pancarannya hampir tegak lurus. Pancaran energi matahari di Indoensia sekitar 1,3 kW per meter persegi. Kita ini sudah diberi energi secera gratis sepanjang masa (selama matahari masih hidup) dan tugas kita tinggal menandah energi tersebut.

Banyak daerah di Indonesia yang memiliki intensitas matahari yang sangat tinggi seperti di Nusa Tenggara. Mulai dari Lombok Timur, Sumbawa, Sumba, Floles, Timor hingga pulau-pulau di laut Banda, sinar matahari sangat luar biasa. Sampai saat ini memang efisiensisi sel surya belum terlalu tinggi. Tetapi ini bukan kendala. Kita buat saja panel-panel sel surya yang berukuran besar untuk memenuhi kebutuhan listrik. Kalau perlu pulau-pulau gersang di Nusa Tenggara ditutup dengan sel surya.

Pada saat bersamaan kita melakukan riset sendiri untuk menbuat sel surya dengan biaya murah. Riset energi matahari juga bukan hanya terfokus pada sel surya, tetapi juga pada pengubahan energi matahari menjadi energi termal. Pemanfaatan energi matahari sebagai pengering di gudang-gudang. Perancangan eco-building yang seluruhnya menggunakan energy matahari sebagai penerangan (merancang gedung yang tidak perlu menggunakan lampu di siang hari, tetapi cukup dengan cahaya matahari) dan sel surya sebagai sumber listrik. Dan lain-lain.

Rabu, 10 Maret 2010

Bagaimana Merintis Jurnal Ilmiah

Barangkali ada yang berminat merintis sebuah jurnal ilmiah? Prosedurnya tidak terlalu sulit. Yang pertama tentu saja mengajukan permohonan ISSN ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI. Pengajuan ISSN dilakukan secara online melalui situs http://issn.lipi.go.id. Pada saat pengajuan ini, bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah:

1) Sampul depan jurnal yang akan dibuat. Pada sampul tersebut harus tertera contoh penulisan volume, nomor, dan tahun terbit.
2) Halaman daftar isi.
3) Halaman daftar Dewan Redaksi.
4) Bukti pembayaran biaya administrasi pengurusan nomor ISSN.
5) Mengisi formulir permohonan ISSN

Dokumen-dokumen pada nomor 1) sampai 4) dalam bentuk softcopy. Lebih baik semuanya di-ZIP dalam satu file.

Biaya administrasi ISSN dibayarkan ke
a/n PDII LIPI
No. 070-0000089198
Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka
Kantor Telkom Pusat, Jl. Gatot Subroto, Jakarta

Tidak sampai satu minggu, PDII LIPI akan mengirimkan ISSN yang diajukan dalam bentuk angka dan barcode. Jurnal siap dijalankan.

Masalah utama dalam penerbitan jurnal bukan pada bagaimana memulai jurnal tersebut, tetapi bagaimana mempertahankan agar jurnal tersebut tetap berjalan. Kendala besar adalah ketersediaan makalah.
Jurnal yang baru lahir tentu belum terakreditas. Para penulis akan berpikir berkali-kali untuk mengirim makalah ke jurnal yang belum terakreditasi karena nilai kum yang rendah. Jurnal tidak terakreditasi hanya memiliki kum 10 sedangkan yang terakreditasi memiliki kum 25. Dan syarat pengajuan akreditasi adalah jurnal tersebut harus telah terbit minimum enam nomor.

Oleh karena itu, para pengelola jurnal harus berjibaku “menyambung nyawa” jurnal tersebut minimal dalam enam nomor pertama.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
1) Para pengelola jurnal termasuk editor menjadi pengisi jurnal tersebut. Mungkin ini akan merendahkan nilai akreditasi, karena penulis jurnal kebanyakan adalah pengelola sendiri. Tetapi apa boleh buat. Itu lebih baik daripada jurnal tidak terbit karena tidak ada makalah. Setelah akreditasi dicapai, berapa pun skornya, mungkin akan mulai ada penulis yang mengirim makalah di jurnal tersebut.

2)“Mengemis” para kolega dekat untuk ikhlas mengirim makalah ke jurnal tersebut. Barangkali mengontak teman-teman di luar negeri yang mungkin memiliki sisa-sisa data yang dapat dijadikan makalah untuk jurnal yang kita kelola.

3) Mengadakan seminar nasional secara rutin dan makalah seminar yang terpilih akan diterbitkan dalam jurnal tersebut. Mungkin para penulis tidak akan keberatan. Jika makalahnya diterbitkan di prosiding seminar nasional, nilai kumnya hanya 10. Jika diterbitkan di jurnal yang kita kelola yang belum terakreditasi, nilai kumnya juga 10. Jadi tidak penulis dirugikan.

Saya kira cuma itu cara yang bisa ditempuh untuk merintis sebuah jurnal ilmiah. Dan memang, memelopori sesuatu itu kadang mudah. Tetapi memelopori sesuatu sampai establish itu sering kali sulit. Banyak batu sandungan dan ujian di sini.

Selamat mencoba.

Senin, 08 Maret 2010

PROPOSAL: PENG-ONLINE-NAN JURNAL ILMIAH

1. Latar Belakang

Di Indonesia sudah banyak jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga riset lainnya. Sebagian jurnal tersebut telah mendapat status terakreditasi dan sebagian besar lainnya belum terakreditasi. Namun, meskipun telah terakreditasi, seringkali jurnal tersebut hanya dikenal dalam lingkungan yang sangat terbatas seperti hanya dikenal di lingkungan perguruan tinggi atau institusi pengelolanya. Masyarakat luas di Indonesia, apalagi internasional, sama sekali tidak mengetahui keberadaan jurnal tersebut. Jika diidentifikasi, beberapa penyebab masalah ini adalah:

a) Jurnal-jurnal tersebut kebanyakan terbit hanya dalam versi cetak dengan tiras terbatas. Hanya pihak yang mendapatkan versi cetak yang sadar akan keberadaan jurnal-jurnal tersebut.

b) Jurnal-jurnal tersebut tidak terbit secara online, baik sebagian maupun lengkap, sehingga tidak dapat diakses oleh masyarakat luas melalui jaringan internet.

Untuk memperluas jangkauan jurnal ilmiah sehingga dapat dikenal dan dibaca oleh pembaca dari dalam maupun dari luar negeri maka tidak ada pilihan lain kecuali meng-online-kan jurnal tersebut.

Peng-online-an jurnal memberi manfaat besar bagi pengelola jurnal maupun penulis. Manfaat bagi pengelola jurnal di antaranya adalah jurnal tersebut makin dikenal peneliti dari kalangan luas yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. Karena dikenal luas maka jumlah makalah yang disubmit akan meningkat (pengelola akan terhindar dari kesulitan mendapatkan naskah). Manfaat bagi penulis adalah kepakaran penulis tersebut makin dikenal dalam masyarakat ilmiah yang lebih luas baik dari dalam maupun dari luar negeri.

2. Permasalahan

Walaupun keinginan untuk meng-online-kan jurnal ada pada diri pengelola jurnal-jurnal ilmiah, namun bagaimana merealisasikan langkah tersebut tidak semua pengelola jurnal memahaminya. Lebih khusus lagi, software apa yang harus digunakan, bagaimana menginstall software tersebut, dan bagaimana menjalankan proses editorial setelah proses install berlangsung.

3. Usulan Pemecahan Masalah

Kami memiliki pengalaman yang lama dalam mengelola jurnal online. Jurnal-jurnal yang kami kelola telah di-online-kan dengan menggunakan software Open Journal System. Berkat peng-oline-nan tersebut, jurnal-jurnal yang kami kelola telah dikenal masyarakat internasional, dan berimbas pula pada makin banyaknya makalah yang disubmit penulis dari luar negeri seperti Malaysia, India, Pakistan, Kenya, Jepang, dan lain-lain. Jurnal yang kami kelola juga tercatat di perpustakaan-perpustaan universitas-universitas besar dunia.

Peng-online-nan jurnal memberikan banyak keuntungan bagi pengelola jurnal itu sendiri. Beberapa di antaranya adalah:

a) Proses submisi, review, revisi, editing, and publikasi berjalan dengan mudah dan otomatis.

b) Tidak diperlukan lagi proses pengiriman naskah ke reviewer atau penulis (permintaan revisi) menggunakan jasa pos. Ini berimplikasi pada penghematan biaya.

c) Proses komunikasi antara redaksi (editor) dengan reviewer dan penulis berlangsung sangat cepat (timeless) karena menggunakan jaringan internet.

d) Proses publikasi online untuk suatu nomor dapat dilakukan secara bertahap. Meskipun makalah hasil editing akhir belum terkumpul semuanya, makalah yang telah selesai diedit dapat langsung dipublikasikan, sambil menunggu hasil editing makalah lain. Ini berimplikasi pada kekonsistenan waktu penerbitan dan bagi penulis sendiri, hasil karyanya dapat segera dikenal masyarakat luas.

e) Makalah yang sudah diterima untuk publikasi tetapi belum diputuskan nomor maupun halamannya dapat juga dipublikasikan dengan memberikan status accepted papers.

f) Dalam kondisi dana terbatas untuk biaya cetak, jurnal tetap dapat terbit tepat waktu secara online.

g) Untuk menekan biaya produksi, biaya cetak dapat dibuat dalam tiras terbatas sesuai dengan ketersediaan dana dan sesuai dengan pemesanan.

h) Dapat meningkatkan ranking Webometric institusi pengelola jurnal karena bertambahnya akses ke situs-situs yang dimiliki.

4. Proposal

Kami mengajukan proposal untuk meng-online-kan jurnal-jurnal ilmiah yang masih diterbitkan dalam versi cetak saja. Pekerjaan yang akan kami lakukan meliputi:

a) Install software jurnal online pada server pengelola jurnal

b) Pengaturan tata letak tampilan jurnal (tampilan standard)

c) Training pada pengelola jurnal tentang proses submisi, review, editing, dan publikasi hingga makalah tersebut tampil dalam format akhir )telah memiliki volume, nomor, dan halaman) dan dapat dikses oleh masyarakat luas melalu jarigan internet.

d) Pendaftaran jurnal tersebut ke beberapa indexing/abstracting internasional seperti Google, Scholar Google, Directory of Open Access Journal (DOAJ), Index Copernicus, dan Open Journal System sehingga jurnal tersebut dikenal masyarakat internasional.

5. Biaya

Silakan kontak langsung ke tim kami.

6. Waktu Pengerjaan

a) Waktu pengerjaan bisa kapan saja sesuai dengan kesepakatan antara pihak kami dan pengelola jurnal.

b) Lama penginstalan maksimum satu hari.


7. Beberapa Hal yang Harus Disiapkan Pengelola Jurnal

a)Keberadaan jaringan internet yang cukup cepat

b) Server dengan kapasitas penyimpanan yang memadai harus operasional serta terkoneksi ke jaringan institusi.

c) Administor server harus berada di tempat pada saat pengerjaan

d) Staf yang akan mengelola situs jurnal harus berada di tempat pada saat pekerjaan dilakukan untuk diberikan training.

8. Kontak Person

Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan ke alamat berikut ini:

Dr.Eng. Mikrajuddin Abdullah

Program Studi Fisika, FMIPA-ITB

Jalan Ganeca 10 Bandung 40132

Tel. 022-2500834/Fax. 022-2506452

E-mail: din@fi.itb.ac.id; mikrajuddin@yahoo.com

Sabtu, 06 Maret 2010

Publikasi dan Paten adalah Hasil Samping Riset


Menurut saya, riset yang kita lakukan mestinya dengan jelas ditujukan untuk memecahkan persoalan bangsa yang ada saat ini dan saat nanti. Dalam mengajukan proposal riset, kita identifikasi persoalan bangsa yang ada saat, dan tujuan proposal riset adalah mecari jalan untuk memecahkan persoalan tersebut.

Di tahap awal kita tidak terlalu risau dengan publikasi atau paten. Namun, apabila kita lakukan riset dengan tekun dan seksama, pasti dalam perjalanannya kita akan selalu akan menemukan metode baru, kaidah ilmu baru, material baru, atau peralatan baru. Hasil-hasil inilah yang kita publikasikan atau patenkan.

Jadi publikasi atau paten bukan tujuan utama dari riset itu sendiri. Bisa dikatakan, publikasi dan paten adalah hasil samping dari suatu tujuan besar untuk mencari solusi dalam memecahkan persoalan bangsa.

Dengan skema ini, sebenarnya kita akan mendapatkan dua hasil sekaligus, yaitu teratasinya persoalan bangsa dan pada saat bersamaan peneliti mendapatkan publikasi dan paten. Sebaliknya jika riset kita semata-mata hanya diarahkan untuk mendapatkan paten atau publikasi maka hasil yang kita peroleh hanya satu, yaitu paten atau publikasi itu sendiri. Sementara persoalan bangsa tidak tertatasi. Dan pada akhirnya, orang asinglah yang akan datang memecahkan masalah bangsa kita.

Hal ini sebenarnya umum terjadi di negara maju. Di Jepang misalnya (yang saya amati), para pengusaha datang ke laboratorium di perguruan tinggi sambil membawa masalah yang mereka hadapi. Mereka minta perguruan tinggi memecahkan masalah tersebut dengan melakukan riset. Perguruan tinggi melakukan riset untuk itu tanpa memikirkan publikasi atau riset. Tapi hampir selalu bahwa selama melakukan riset mereka mendapatkan bahan untuk publikasi atau paten. Dan pada akhirnya, perusahaan mendapatkan solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi dan perguruan tinggi memperoleh publikasi atau paten.

Tetapi, kita pun tetap mengapresiasi cabang-cabang ilmu lain yang kurang cocok dengan skema seperti ini. Ilmu-ilmu yang bersifat teoretik mungkin salah satu contohnya.

Ini hanya pendapat pribadi. Saya percaya banyak yang tidak setuju dengan pendapat ini. Adalah hal yang sangat lumrah apabila kita berbeda pendapat.

Kamis, 04 Maret 2010

Mari Kita Tulis Minimal Satu Buku Sepanjang Karir


Jumlah dosen ITB sekarang sekitar 1025 orang. Andaikan satu dosen dapat menulis minimal satu buku sepanjang karirnya sebagai dosen, maka jumlah buku yang dihasilkan dosen ITB cukup banyak juga.

Dengan asumsi lama karir rata-rata seorang dosen adalah 35 tahun, maka selama 35 tahun ITB menghasilkan 1025 buku. Atau rata-rata setahun ITB menghasilkan 1025/35, yaitu sekitar 30 buku. Saya kira pada saat ini jumlah 30 buku per tahun yang dihasilkan dosen ITB belum tercapai.

Jadi, hanya dengan menulis satu buku saja selama menjadi dosen (sekitar 35 tahun) maka jumlah buku yang dihasilkan ITB cukup signifikan jumlahnya. Saya kira kita mampu melakukan itu. Pengalaman memberikn kuliah selama 35 tahun seharusnya dapat menghasilkan minimal satu buku yang bermutu.

Terlebih lagi, apalagi kita dapat menulis sekitar 1 buku selama sepuluh tahun maka jumlah buku yang dihasilkan dosen ITB setiap tahun sekitar 100 buku. Jumlah yang sangat fantastis.

Buku mungkin salah satu dokumen yang akan dibaca orang dalam waktu cukup lama dan dibaca oleh banyak orang dan memberikan manfaat bagi sejumlah generasi. Makalah ilmiah hanya sedikit yang dibaca orang. Hanya makalah-makalah luar biasa (dengan citasi yang tinggi) yang akan dibaca orang dalam waktu yang relatif lama. Pada saat ini, mungkin kebanyakan peneliti membaca makalah-makalah terbitan 5 sampai 10 tahun terakhir. Hanya sedikit makalah terbitan lebih dari sepuluh tahun yangh lalu yang masih menjadi bacaan utama para peneliti. Tetapi masih sangat banyak buku terbitan beberapa puluh tahun yang lalu yang menjadi pegangan utama peneliti maupun pelajar saat ini. Namun, ini bukan berarti makalah ilmiah tidak penting. Makalah ilmiah juga luar biasa penting sebagai bukti kepakaran seseorang dan wujud konkrit kontribusi dia bagi khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Kelihatannya, kalau kita ingin dikenang orang cukup lama, maka kita harus menulis buku.

Rabu, 03 Maret 2010

Riset/Publikasi/Paten: Bukan Sekedar Dana, tetapi Juga Komitmen



Dulu banyak orang mengeluh tidak bisa konsentrasi melakukan riset dan menghasilkan karya ilmiah (publikasi atau paten) karena masih minimnya pendapatan. Pikiran bercabang ke mana-mana karena memikirkan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ini disebabkan (kata sebagian orang) gaji (khususnya PNS) tidak mencukupi untuk kelangsungan hidup keluarga satu bulan secara normal. Akhirnya, objekan di luar (dalam rangka mencari tambahan kebutuhan hidup tersebut) dilakoni. Ini berimplikasi pada terbengkalainya kegiatan riset. Tidak ada waktu yang cukup untuk memilikirkan riset, apalagi sampai pada publikasi atau paten.

Hal ini tidak salah. Siapa pun akan menomorsatukan kebutuhan hidup daripada kegiatan penelitian. Apalah artinya makalah ilmiah atau paten kalau anak istri di rumah serba kekurangan. Sangat manuasiawi. Bahwa tidak dapat fokus pada riset hingga tidak menghasilkan produk riset karena penghasilan masih rendah adalah alasan yang dapat diterima. Apalagi dibandingkan dengan negara lain (kita sangat senang membanding-banding, apalagi pembandingan tersebut dapat menyelamatkan kita dari kesalahan) seperti Singapura dan Malaysia, rasio penghasilkan terhadap kebutuhan hidup kita masih kecil.

Saat ini sudah banyak dosen/peneliti yang "makmur". Dosen/peneliti yang dulu masih hidup pas-pasan, kembang-kempis (lebih banyak kempisnya dari pada kembang), sudah mulai mapan. Tetapi tetap saja riset yang mengarah ke publikasi dan peten tersebut sulit keluar-keluar. Pertanyaan yang mendasar adalah, apakah masih relevan alasan mandeknya riset disebabkan karena “hidup masih susah”? Kalau alasannya demikian maka ketika hidup “tidak susah lagi”, riset/publikasi/paten tersebut harusnya keluar. Tetapi malah yang terjadi, banyak sekali orang, ketiga hidupnya makin mapan, justru riset makin mandek. Yang bersangkutan mungkin terlanjut enjoy dengan “pola hidup baru” yang jauh dari riset tetapi mendapatkan penghasilan besar dari situ.

Kalau memang riset mandek disebabkan oleh penghasilkan yang masih rendah, harusnya pada institusi atau fakultas di mana penghasilan stafnya sangat memadai (jauh di atas memadai), riset/publikasi/paten gencar dilakukan. Tetapi kenyataanya tidak demikian. Tempat-tempat yang “makmur” tersebut justru banyak yang minim produk riset.

Yang dapat disimpulkan adalah riset/publikasi/paten bukan hanya urusan kecil besarnya penghasilkan, tetapi berkaitan dengan komitmen. Ada dosen/peneliti yang penghasilannya pas-pasan, tetapi karena memiliki komitmen yang tinggi pada profesinya sebagai dosen/peneliti yang dituntut untuk riset, yang bersangkutan bisa menghasilkan makalah ilmiah dan paten dalam jumlah yang banyak. Sebaliknya, banyak dosen/peneliti yanh sudah sangat makmur, malah tidak menghasilkan produk riset yang berarti selama karirnya.

Minggu, 28 Februari 2010

PR 2 FI5002 Mekanika Statistik



% Ini adalah PR 2 FI5002 Mekanika Statistik.
% Copy dan Paste semua tampilan ini lalu simpan dalam file dengan extension .TEX
% Jalankan file tersebut dengan Latex untuk diubah ke format PDF
% PR dikumpulkan tanggal 8 Maret 2010
% Selamat bekerja
%----------------------------------------------------------------------
\documentclass[12pt,a4paper]{article}
\usepackage{psfig}
\usepackage{cite}
\usepackage{latexsym}

\title{PR 2 Mekanika Statistik}

\begin{document}

\maketitle

\textbf{Soal 1}. Tinjau assembli gas klasik yang mengandung $N$ molekul diatomik yang tidak berinteraksi di dalam kotak dengan volum $V$ dan suhu $T$. Kotak tersebut dapat ditembus energi tetapi tidak dapat ditembus sistem. Hamiltonian satu molekul memenuhi
\begin{equation}
H(\vec{r}_1,\vec{r}_2,\vec{a}_1,\vec{a}_2)={1 \over 2m} \left({p_1^2+p_2^2} \right)+{1 \over 2} K |\vec{r}_1-\vec{r}_2|^2
\end{equation}
dengan $\vec{r}_1$, $\vec{r}_2$, $\vec{r}_1$, dan $\vec{r}_2$ adalah koordinat momentum dan koordinat ruang dua atom dalam molekul. Tentukan:
\begin{itemize}
\item[(a)] Energi bebas Helmholtz assembli
\item[(b)] Kapasitas kalor pada suhu konstan
\item[(c)] Rata-rata kuadrat dari diameter molekul, $\langle {|\vec{r}_1-\vec{r}_2|^2} \rangle$
\end{itemize}

\textbf{Soal 2}. Ulangi pertanyaan-pertanyaan di \textbf{Soal 1} dengan menggunakan hamiltonian berikut ini
\begin{equation}
H(\vec{r}_1,\vec{r}_2,\vec{a}_1,\vec{a}_2)={1 \over 2m} \left({p_1^2+p_2^2} \right)+ \epsilon |r_{12} - r_0|
\end{equation}
dengan $\epsilon$ dan $r_0$ adalah konstanta positif dan $r_{12} = |\vec{r}_1-\vec{r}_2|$

\textbf{Soal 3}. Dalam formulasi grand kanonik, energi bebas Helmholtz dan jumlah rata-rata sistem dalam assembli memenuhi
\begin{equation}
F = NkT \ln z - kT \ln Z_G(z,V,T)
\end{equation}
\begin{equation}
N = z {\partial \over \partial z}\ln Z_G(z,V,T)
\end{equation}
dengan $x = \exp (\mu /kT)$. Tunjukan bahwa hubungan berikut ini berlaku
\begin{equation}
\left( {\partial A \over \partial N} \right)_{V,T} = kT \ln z = \mu
\end{equation}

\textbf{Soal 4}. Buktikan \textit{teorem Van Leeuwen} bahwa fenomena diamagnetisme tidak muncul dalam fisika klasik. Berikut ini adalah \textit{hint} yang dapat digunakan.
\begin{itemize}
\item[(a)] Jika $H(\vec{a}_1,\vec{p}_2,...,\vec{p}_N;\vec{q}_1,\vec{q}_2,...,\vec{q}_N)$ adalah hamiltonian assembli partikel bermuatan tanpa kehadiran medan magnet, maka hamiltonian assembli tersebut dengan kediran medan magnet luar dapat ditulis $H(\vec{a}_1,\vec{p}_2,...,\vec{p}_N;\vec{q}_1-(e/c)\vec{A},\vec{q}_2-(e/c)\vec{A},...,\vec{q}_N-(e/c)\vec{A})$, di mana vektor potensial $\vec{A}$ memenuhi $\vec{B} = \nabla \times \vec{A}$.
\item[(b)] Magnetisasi dalam arah $B$ yang dihasilkan adalah
\begin{equation}
M=\left\langle {-{\partial H \over \partial B}} \right\rangle = kT {\partial \over \partial B} \ln Z_N
\end{equation}
\end{itemize}
\textbf{Soal 5}. Teori paramagnetisme \textit{Langevin}. Tinjaun $N$ atom magnetik di mana masing-masing atom memiliki momen magnetik instrinsik $\mu$. Hamiltonian assembli dengan kehadiran medan mahnetik $\vec{B}$ adalah
\begin{equation}
H = H(p,q) - \mu B \sum_{i=1}^N \cos \alpha_i
\end{equation}
di mana $H(p,q)$ adalah hamiltonian sistem tanpa kehadiran medan magnet, dan $\alpha_i$ adalah sudut antara $\vec{B}$ dan momen magnetik atom ke-$i$. Perlihatkan bahwa:
\begin{itemize}
\item[(a)] Momen magnetik induksi memenuhi
\begin{equation}
M = N \mu \left( {\coth \theta - {1 \over \theta}} \right)
\end{equation}
\item[(b)] Susseptibilitas magetik per atom adalah
\begin{equation}
\chi = {\mu^2 \over kT} \left( {{1 \over \theta^2} - {1 \over \cosh^2 \theta}} \right)
\end{equation}
\item[(c)] Pada suhu yang sangat tinggi, $\chi$ memenuhi hukum \textit{Curie}, yaitu $\chi \propto T^{-1}$. Tentukan konstanta kesebandingan. Konstanta tersebut dinamakan \textit{konstanta Curie}.
\end{itemize}
\end{document}
%-------------------------------------------------------------------------

Rabu, 24 Februari 2010

Komitmen dalam OSN dan IMSO





Sejak terlibat dalam kegiatan Olimpide Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI maupun international mathematics and science Olympiad (IMSO), baik sebagai penyusun soal, juri, maupun ketua juri, filosofi yang selalu saya dan anggota tim pegang teguh adalah, jadikanlah sains itu semurah mungkin dan semudah mungkin. Kita menginginkan olimpiade menjadi pemicu kemajuan pendidikan di Indonesia secara bersama. Kita menginginkan olimpiade bisa menjadi motivator bagi sekolah-sekolah di kota dan di pelosok negeri untuk maju mencerdaskan anak bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, langkah yang kita tempuh adalah soal-soal yang diujikan di OSN dan IMSO harus dapat dikerjakan/dilakukan juga oleh siswa di seluruh sekolah di Indonesia, termasuk sekolah-sekolah terpencil yang sering kesulitan mendapatkan akses fasiltas.

Kami selalu berusaha merancang percobaan sedemikian rupa sehingga alat-alat tersebut dapat diduplikasi oleh sekolah mana saja, termasuk sekolah-sekolah yang ada di tengah hutan. Alat-alat eksperimen dibuat menggunakan bahan-bahan yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar. Kalaupun harus beli, maka alat tersebut harus murah namun tetap menarik. Tidak jarang alat eksperimen yang kami rancang dibuat dari mainan anak-anak, peralatan dapur, bahan makanan dan minuman, dan sebagainya.

Ini sebenarnya tantangan yang sulit. Karena ternyata tidak mudah membuat eksperimen yang menarik tapi murah. Kalau kami ingin mudah sebenarnya gampang. Beli kit eksperimen yang dijual di distributor peralatan laboratorium, habis perkara. Tetapi dengan cara ini dijamin bahwa eksperimen tersebut tidak akan bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah di daerah terpencil. Hanya sekolah-sekolah di kota besar yang dapat melakukannya. Dan kami tidak ingin demikian. Indonesai bukan hanya kota-kota besar. Pendidikan bukan hanya untuk siswa kota besar. Semua warga Negara dari Sabang sampai Merauke dan Rote sampai Miangas harus mendapatkan pendidikan yang adil.

“Salah satu komitmen yang merupakan harga mati” adalah biaya pembuatan satu set alat eksperimen tidak boleh lebih dari Rp 100.000,- (seratus ribu). Tidak jarang set alat eksperimen yang kami buat berharga kurang dari Rp 10.000,- (sepuluh ribu). Dan kami cukup bangga ternyata beberapa peralatan yang kami buat dalam OSN maupun IMSO dipuji oleh para pembina dari luar negeri ketika mereka mengikuti IMSO. Padahal modal pembuatan alat-alat tersebut hanya puluhan ribu.

Saya berpendapat bahwa, untuk sekolah tingkat dasar dan menengah, kita tidak perlu memaksakan siswa untuk melakukan percobaan dengan alat yang mahal untuk mendapatkan hasil dengan ketelitian tinggi. Yang penting adalah para siswa memahami prinsip ilmu yang diajarkan melalui pengamatan langsung (tanpa ditutut ketelitian). Pengamatan yang lebih teliti biarlah dilakukan di perguruan tinggi.

Kepada para pembina OSN SD/MI dan IMSO, ketika melakukan pembinaan kepada anak-anak peserta kompetisi tersebut, jangan terfokus pada penggunaan peralatan mahal (khusus untuk eksperimen). Coba pikirkan percobaan-percobaan yang bisa dilakukan dengan benda-benda yang mudah didapat di sekitar kita. Hampir dipastikan tidak akan akan ada pecobaan yang menggunakan alat dengan harga ratusan ribu rupiah atau lebih.

OSN tahun ini akan dilaksanakan di kota Medan bulan Agustus dan IMSO akan diadakan di Bali bulan Oktober. Mari kita jadikan olimpiade bukan sekedar ajang yang mengejar medali dan mengangkat prestasi sekolah atau propinsi tertentu. Tetapi kita jadikan sebagai "bench mark" mutu pendidikan kita. Olimpiade kita jadikan sebagai pemicu peningkatan mutu pendidikan di tanah air secara bersama-sama. Olimpiade dijadikan sebagai "competition-driven learning".

Minggu, 21 Februari 2010

Diktat-ku

Setiap kali memberikan kuliah, saya selalu berusaha membuat diktat. Memang awalnya tidak terlalu sempurna. Namun seiring dengan pengulangan kuliah tersebut di tahun-tahun berikutnya, maka diktat akan makin lengkap dan makin sempurna. Penyermpurnaan berkali-kali dapat menjadikan diktat tersebut sebuah text book. Banyak pengalaman di luar negeri menunjukkan bahwa text book-text book terkenal lahir dari diktat yang mengelami penyempurnaan bertahun-tahun. Bahkan bisa melebihi 10 atau 20 tahun. Pada prinsipnya, tidak ada karya momumental yang dapat dihasilkan dalam waktu sekejap.

Saya sangat yakin bahwa diktat dapat membantu mahasiswa memahami pokok-pokok bahasan yang kadang tidak dipahami dengan jelas dari text book yang ada. Di dalam diktat kita dapat menjelaskan pokok-pokok bahasan lebih detail, lebih lengkap, menurunkan persamaan yang lebih lengkap di bandingkan dengan di text book, atau menjelaskan hasil pemikiran kita sendiri.

Saya sudah menulis beberapa diktat dan sebagiannya sedang saya sempurnakan untuk menjadi buku. Sebagian diktat tersebut diterbitkan penerbit ITB. Diktat-diktat yang telah saya tulis adalah:

1) Mikrajuddin Abdullah, Diktat Kuliah Fisika Dasar I (419 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa TPB ITB. Rencananya diktat ini akan disempurnakan menjadi buku.

2) Mikrajuddin Abdullah, Diktat Kuliah Fisika Dasar II (571 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa TPB. Rencananya diktat ini akan disempurnakan menjadi buku.

3) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI1201 Fisika Dasar II: Pembahasan Soal Ujian TPB Sem II (265 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa TPB ITB.

4) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI2001 Studi Literatur Fisika (120 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB.

5) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI5002 Mekanika Statistik (200 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S2 dan S3 Fisika ITB.

6) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI4001 Fisika Zat Padat (132 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB.

7) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI3002 Pengantar Fisika Statistik (350 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB. Diktat ini sudah menjadi draft buku dengan judul "Pengantar Fisika Statistik untuk Mahasiswa MIPA" dan mendapat hibah penulisan buku text ITB-WCU tahun 2009. Draft sudah diajukan ke Penerbit ITB untuk dinilai kemungkinan penerbitannya.

8) Mikrajuddin Abdullah, Diktat kuliah FI4131 Topik Khusus Fisika Material Elektronik (225 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB. Diktat ini sudah menjadi buku dengan judul "Pengantar Nanosains" yang diterbitkan penerbi ITB tahun 2009. Buku ini juga mendapat hibah penulisan buku texk Diknas tahun 2008.

9) Mikrajuddin Abdullah & Khairurrijal, Diktat Pengolahan data Karakterisasi Nanomaterial (300 halaman). Ini dipakai dalam Wokrshop Pengolahan Data Karakterisasi Nanomaterial di ITB tanggal 5 Oktober 2009. Diktat ini sedang kita edit untuk menjadi buku.

10) Mikrajuddin Abdullah, Shafira Khairunnisa, dan Fathan Akbar, Belajar Bahasa Jepang Secara Informal (300 halaman). Ini ditulis bersama anak saya Nisa (SMPN 8 Bandung) dan Fathan (SDN Ajitunggal Bandung). Siapa saja yang ingin belajar bahasa Jepang, silakan baca diktat ini.

11) Mikrajuddin Abdullah dan Khairurrijal, Siapa Bilang Demo Sains Itu Mahal (150 halaman). Ini digunakan dalam pelatihan guru-guru SMA yang disponsori oleh Medco Foundation. Rencanya diktat ini akan disempurnakan menjadi buku.

Sebagian diktat tersebut dijual di Toko Buku ITB dan sebagian dapat dicopy di Perpustakaan Fisika ITB.

Jumat, 19 Februari 2010

Pemenang Hibah Penelitian Mahasiswa MIPA-ITB 2010

Setelah dinilai oleh para dosen di lingkungan Fakultas MIPA-ITB, akhirnya ditetapkan dua belas pemenang hibah penelitian mahasiswa MIPA-ITB 2010. Pemenangnya sebagai berikut:

1) Irma Indriana Hariawang, Muhamamad Rudi Hariyanto, dan Erni Romauli Sihotang, Menggali Potensi Candi Borobudur.

2) Mohamad Insan Nugraha, A.S Alfarobi, Yusia Haryanto, Randi Farmana, dan Nurul Widya, Prinsip Optika Sederhana Untuk Optimalisasi Penyerapan Cahaya Matahari Pada Panel/Sel Surya.

3) Prawistin Noorlaily, Alinda Permatasari, Harni Julia Fitri, dan Liany Septiany, Pembuatan Sabun yang Mengandung zat Kimia atau bahan herbal yang tepat untuk membunuh bakteri patogen tanpa mengganggu bakteri baik sel kulit juga aman bagi lingkungan.

4) Bramanti Dwi Kurniawan, Alip Firmansah, dan Sumarni, Sistem Monitoring Lingkungan Dengan Media Telepon Selular

5) Mohammad Ruqi Faishal Islamy, Yudhitya Kusumawati, Anggita Bayu Suryawan, Sumbono, Efi Dwi Indari, Viny Veronika Tanuwijaya, Rezkia Dewi Andajani, Akbar Setia Senja, dan Rakhmat Kurnia Sumarja, Pengenalan Ilmu Fisika Melalui Media Komik.

6) Cynthia Juwita Ismail, Aprini Dwi Bonita Pasaribu, Rusdy Zulfan, Rio Natanael Wijaya, dan Iwan Jaya Aziz, Sintesis Material Luminescence Menggunakan Zn dari Limbah Baterai Alkalin

7) Fajar Mukharam Darozat, Reza Rendian Setiawan, Randy Menander, dan Iqbal Fauzi, Perancangan Kunci Otomatis Tanggap Kondisi.

8) Shofarul Wustoni, Meri Ayurini, Rahmat Kurnia S, dan Seli Sundari, Potensi Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Sebagai Kemasan Makanan Alami Yang Inovatif

9) Harsya Bachtiar, Widi Nugroho, dan Mirna Nurmeilasari, Simulasi Komputasi Interaktif Bencana Alam Berdasarkan Parameter Fisis Dan Kimia Pada Struktur Bawah Permukaan Bumi.

10) Miftah salam, M. Insan Nugraha, A. Fikri Hidayat, Doni Herlambang, Nurul Widia, dan Hari Purnama, Penggunaan Prinsip Getaran Rel Untuk Membuat Prototipe Alam Sistem Keamanan Perlintasan Kereta Api.

11) Rani Sasmita Tarmidi, Risa Karmila, Intan Tassia, dan Sulistiyowati, Solusi Rambu Lalu lintas di Perempatan Pasar Simpang demi Keamanan Penyeberang Jalan.

12) Khabib Khumaini, Iwan, Rifa Kharunnisa, Septi Cahya Widianti, dan Siti Maryam, Pembuatan Sumur Terapung Semi Otomatis Sebagai Penyedia Air.

Selamat kepada para pemenang. Dan untuk yang belum mendapatkan hibah tersebut mohon tidak berkecil hati. Anda semuanya bagus. Beda skor antara pemenang dan yang belum berhasil sangat tipis. Tetapi karena hibah yang tersedia hanya 12, kami harus memilih.

Ingin kami informasikan lebih lanjut bahwa jumlah proposal yang masuk ada 28. Distribusi proposal berdasarkan Prodi ketua tim adalah, Astronomi : 1 proposal, Fisika : 16 proposal, Kimia: 8 Proposal, Matematika: 2 proposal, dan TPB : 1

Setelah dilakukan penilaian, jumlah proposal pemenang hibah ada 12. Distribusi pemenang berdasarkan Prodi ketua tim adalah, Astronomi: 1 proposal (100%), Fisika : 7 proposal (43,8%), Kimia: 3 proposal (37,5%), Matematika: 1 (50%), dan TPB : 0 proposal (0%)

Kepada para pemenang diminta kehadirannya di FMIPA hari Senin tanggal 29 Februari 2010 jam 11.00 untuk mendapatkan penjelasan dari panitia (pengumunan di Web site MIPA perlu dikoreksi karena ternyata 26 Februari adalah hari libur).

Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih dan pernghargaan setinggi-tingginya pada para dosen FMIPA yang telah meluangkan waktu untuk mereview proposal mahasiswa sehingga tugas kami sebagai panitia menjadi sangat mudah.



Panitia
Dr. Mikrajuddin Abdullah
Dr. Khairurrijal
Dr. M. Iqbal Arifyanto
Dr. Santi Nurbaiti
Dr. Hanni Garminia
Dr. Priastuti Wulandari

H-index Publikasiku 14


Saat ini ada dua kriteria yang digunakan orang untuk mengukur kontribusi keilmiahan seseorang. Kriteria pertama sudah cukup lama digunakan, yaitu jumlah sitasi. Parameter ini menyatakan jumlah kali (berapa kali) makalah yang dihasilkan yang bersangkutan telah di-sitasi (muncul dalam referensi) makalah-makalah yang terbit sesudahnya di jurnal ilmiah mana saja. Jika seseorang memiliki jumlah citasi 100 berarti telah 100 kali makalah yang ditulis oleh yang bersangkutan (makalah mana saja) muncul di referensi makalah yang ditulis orang sesudahnya, termasuk oleh dia sendiri.

Kriteria kedua dinamakan h-index. Kriteria ini mencerminkan produktivitas seseorang berdasarkan jumlah makalah yang dihasilkan, sekaligus jumlah citasi tiap makalah tersebut (impact dari publikasinya). Bisa terjadi seseorang dengan jumlah sitasi tinggi hanya memiliki satu atau dua makalah, tetapi citasi untuk kedua makalah tersebut tinggi. Sebaliknya, h-index tidak hanya melihat demikian. Disamping diperhitungkan jumlah citasi, juga diperhitungkan jumlah makalah yang dihasilkan.

Seseorang dengan h-index 10, artinya ada 10 makalah yang ditulis oleh yang bersangkutan yang disitasi minimal 10 kali. Seorang dengan h-index 18 artinya ada sepuluh makalah yang bersangkutan yang disitasi minimal 18 kali. Jika seseorang memiliki jumlah citasi 300, tetapi makalahnya cuma 2, maka h-index yang dimilikinya hanya 2.

Dari sini tampak bahwa h-index yang tinggi hanya bisa dicapai dengan memiliki banyak publikasi dan tiap publikasi memiliki jumlah citasi yang besar. Jika jumlah publikasi sedikit, berapa pun citasinya, maka h-index yang dicapai rendah. Jika jumlah publikasi banyak, tetapi jumlah citasi tiap publikasi kecil, maka h-index juga kecil.

Di Amerika, fisikawan sudah bisa menduduki jabatan professor penuh jika memiliki h-index minimal 18. Artinya minimal 18 makalah yang dia hasilkan telah disitasi masing-masing minimal 18 kali (http://en.wikipedia.org/wiki/H-index).

Setelah melihat data Scopus, saya hitung-hitung, jumlah citasi makalah saya sudah 572 dengan h-index 14. Lumayan.

Kamis, 18 Februari 2010

Citasi Paperku di Scopus 572




Hari kemarin, 18 Februari 2010, saya mengecek citasi makalah-makalah saya di jurnal yang dicover oleh Scopus (http://www.scopus.com). Jumlah total citasi adalah 572. Senang juga mendapat citasi yang cukup tinggi tersebut karena angka 572 termasuk amat tinggi bagi dosen dan peneliti di Indonesia.

Untuk mensearching publikasi saya, dapt menggunakn tiga kata kunci pencarian untuk authors, yaitu:

mikrajuddin AND okuyama
abdullah AND okuyama
abdullah AND khairurrijal

Dalam makalah saya, kadang saya menulis nama Mikrajuddin saja atau Mikrajuddin Abdullah. Penggunaan nama yang kedua ini karena sering direpotkan oleh permintaan first name dan family name saat submisi dan korespondensi dengan editor jurnal.

Index Copernicus Jurnal Nanosains & Nanoteknologi 3.75



Setalah satu tahun didaftar di Index Copernicus, akhirnya Jurnal Nonosains & Nanoteknologi (http://ijp.fi.itb.ac.id/index.php/nano) telah mendapat IC value. Nilai yang diperoleh selama evaluasi tahun 2009 adalah 3.75. Memang tidak terlalu tinggi, tetapi sudah cukup baik untuk jurnal yang baru muncul. Banyak jurnal lain yang diterbitkan di luar negeri memiliki IC yang mirip dan bahkan di bawah Jurnal Nonosains & Nanoteknologi. Kita akan terus berusaha menghidupkan jurnal ini sehingga makin dikenal dan bertmanfaat di kalangan peneliti. Kita juga sudah mulai banyak menerima submisi makalah dari peneliti Malaysia. Dan mulai tahun 2010 ini semua makalah harus dalam bahasa Inggris.

Mudah-mudahan jurnal yang dibangun tanpa sponsor dan dana dari manapun ini (mengandalkan dana pribadi) memberikan peran lebih banyak bagi kemajuan riset nano di Indonesia.

Rabu, 17 Februari 2010

PR Mekanika Statistik (FI5002)


Sebanyak N atom magnetic dengan momen magnetik masing-masing atom adalah M berada dalam medan magnet homogen B. Interaksi antar atom diabaikan. Atom-atom tersebut berada dalam wadah tertutup yang terbuat dari logam. Momen-momen magnetik hanya memiliki tujuh arah orientasi yang mungkin, yaitu membentuk sudut dengan medan magnetic sebesar 0o, 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, dan 180o. Energi interaksi antara momen magnetik dengan medan magnet adalah U = - M B cos Q dengan Q adalah sudut antara momen magnetik dengan medan.
1) Tentukan fungsi partisi satu atom
a) Jika atom-atom dapat dibedakan, cari fungsi partisi assmebli
b) Jika atom-atom tidak dapat dibedakan, cari fungsi partisi assembli

2) Berdasarkan fungsi partisi, tentukan
a) Energi rata-rata assembli
b) Energi rata-rata per atom
c) Cari entropi assembli
d) Cari energi bebas Helmholtz

Cari untuk assembli dengan sistem terbedakan dan tak terbedakan.

PR 1 Fisika Dasar IIB, Kelas 05





Kumpulkan Tanggal 25 Februari 2010

1) Gambar atas adalah asap kotor yang keluar dari cerobong pabrik yang sangat berdampak negatif bagi lingkungan. Rancang alat yang dapat mengurangi pembuangan asap tersebut dengan memanfaatkan prinsip elektrostatik.

2) Gambar tengah adalah petir yang terjadi di sekitar puncak gedung tinggi. Agar aman maka gedung-gedung tersebut selalu dilengkapi dengan penangkal petir.
a) Jelaskan proses terjadinya petir
b) Apa kegunaan penangkal petir?
c) Bagaimana disain penangkal petir yang baik?

3) Gambar bawah adalah skema CRT (cathode ray tube) yang digunakan pada televisi tabung, serta contoh salah satu televisi tabung. Jelaskan prinsip kerja CRT sejak dihasilkan berkas elektron sampai ditampilkan gambar di layar televisi.

Selasa, 16 Februari 2010

Target 100 Buku




Salah satu obsesi yang ingin saya kejar adalah dapat menulis 100 buku selama karis saya sebagai dosen. Hingga saat ini saya sudah menghasilkan 30 buku yang meliputi buku tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MI, PT, dan umum. Beberapa draft buku lain sedang dalam pengerjaan. Beberapa buku saya yang telah terbit adalah:

1) Umar Fauzi, Mikrajuddin, dan Abdul Waris, Kreatif Dengan Olimpiade Sains, Karya Duta Wahana, Jakarta, 2006 (SD/MI)
2) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Tata Surya yang Dahsyat, Bina Sarana Pustaka, Jakarta 2008 (SD/MI)
3) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Mengungkap Gerak dan Penyebabnya Ricardo, Jakarta 2008 (SD/MI)
4) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Misteri Cahaya, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
5) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Keajaiban Bunyi, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
6) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Mengapa Kita Memerlukan Energi, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
7) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Dunia Digital dan Mikroskopik, Bina Sarana Pustaka, Jakarta, 2008 (SD/MI).
8) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Air yang Menakjubkan, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
9) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Rahasia Listrik dan Fenomena Ajaib Magnet, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
10) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Bumi yang Mengagumkan, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
11) Mikrajuddin Abdullah, Umar Fauzi, Khairurrijal, Sony Suhandono, dan Ana Ratna Wulan, Kreatif dengan IPA Terpadu: Asyiknya Bereksperimen, Bina Sarana Pustaka, Jakarta, 2008 (SD/MI)
12) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMP dan MTs Jilid VII, ESIS, Jakarta, 2004 (SMP/MTs)
13) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMP dan MTs Jilid VIII, ESIS, Jakarta, 2004 (SMP/MTs)
14) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMP dan MTs Jilid IX, ESIS, Jakarta, 2004 (SMP/MTs)
15) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 1A, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
16) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 1B, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
17) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 2A, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
18) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 2B, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
19) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 3A, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
20) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 3B, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
21) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid X A, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
22) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid X B, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
22) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XI A ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
23) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XI B ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
24) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XII A, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
25) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XII B, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
26) Mikrajuddin Abdullah, Physics for Senior High School Grade X, ESIS, Jakarta, 2009 (SMA/MA)
27) Mikrajuddin Abdullah, Pengantar Fisika Statistik, KK Fismatel ITB, 2009 (PT)
28) Mikrajuddin Abdullah, Pengantar Nanosains, Penerbit ITB, 2009 (PT)
29) Mikrajuddin Abdullah, Menembus Jurnal Ilmiah Nasional dan Internasional, Gramedia, Jakarta, 2004 (Umum)
30) Khairurrijal dan Mikrajuddin Abdullah (editors), Membangun Kemampuan Riset nanomaterial di Indonesia, Rezeki Putera, Bandung, 2009 (Umum)

Kamis, 04 Februari 2010

Menilai Kepakaran dengan Scholar Google


Salah satu cara sederhana menilai kepakaran seseorang adalah menggunakan mesin pencari Scholar Google (http://scholar.google.com/). Mesin ini dikhususkan untuk mencari dokumen-dokumen keilmuan yang tersimpan di seluruh dunia. Aktivitas seseorang yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan kelimuan akan terekam di sini. Makalah-makalah ilmiah yang dihasilkan orang yang bersangkutan dan telah diterbitkan di dokumen-dokumen ilmiah yang diakui secara internasional (jurnal ilmiah, proceedings seminar/symposium, dll) akan dapat ditelusuri dengan Scholar Google. Dari sini akan ketahuan siapa pakar mumpuni, pakar pendatang baru, dan pakar-pakaran. Dengan adanya Scholar Google, orang tidak bisa lagi berpura-pura menjadi pakar di suatu bidang keilmuan kalau memang dia belum menghasilkan kontribusi yang berarti di bidang tersebut. Karena bisa-bisa hasil pencarian Scholar Google untuk nama dia adalah nol.

Silakan masukkan nama pakar idola anda di dalam Scholar Google, lalu lihat hasil pencariannya.

Rabu, 03 Februari 2010

Mari Kita Internasionalkan Proceedings Kita


Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP). Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings tersebut.

1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai 200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy. Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp 150.000,- dengan proceedings AIP.

2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).

3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng. Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.

4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh. Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi kita secara internasional juga meningkat.

Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang dilaksanakan warga ITB dimuat dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi ITB akan melonjak drastis. Katakanlah satu dosen rata-rata dapat menghasilkan dua makalah di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan 2000 rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Ini berarti ada 1000 rekaman dalam satu tahun. Bandingkan dengan rekaman publikasi warga ITB selama 10 tahun terakhir yang hanya sekitar 1400.

Andaikata ITB lebih baik hati lagi dengan memberi subsidi pada makalah yang diterbitkan di proceedings internasional tersebut maka akan diperoleh hasil yang lebih luar biasa lagi. Misalkan biaya publikasi sekitar $25 - $35 per makalah disubsidi oleh ITB. Untuk menghasilkan 1000 makalah, ITB mensubsidi $25000 - $35000 (Rp 250 juta – Rp 350 juta). Biaya ini setara dengan 5 – 7 biaya riset KK. Dengan subsidi ini ITB mendapat lonjakan yang fantastis dalam rekaman publikasi, yaitu sebanyak 1000. Saya kira biaya seperti ini tidak ada apa-apanya bagi ITB. Bahkan dua atau tiga kali biaya tersebut (sekitar Rp. 1 miliar) untuk mendapatkan lonjakan 1000 rekaman publikasi masih belum ada artinya.

Jadi, mari kita tinggalkan cara lama dalam mempublikasikan makalah-makalah seminar yang kita adakan di ITB. Mari kita publikasikan di proceedings internasional. Kalau tidak ada subsidi, mari kita naikkan biaya registrasi sebesar Rp 150.000, - Rp 200.000,-. Kalau ada subsisi, Alhamdulillah.

Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kretif untuk mengangkat nama ITB ke level internasional. Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer, dan bahkan dicibir kebanyakan orang.

Senin, 01 Februari 2010

The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium, Bandung 2010






The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium is an international symposium organized by Bandung Institute of Technology and Materials Research Society of Indonesia (Himpunan Riset Material Indonesia).

I. Topics
All topics related to Nanoscience and Nanotechnology are welcome. The topics including
(a) Nanomaterials including nanoparticles, nanocavities, nanocrystals, nanotubes, nanowires, nanomembranes, nanoporous media
(b) Bio Nanotechnology, Nano-Medicine and Nanobionics
(c) Nanoelectronics, Spintronics, Nano-magnetics, Molecular, Organic Electronics and Quantum Computing
(d) Nano-Optics, Nano-optoelectronics, Nano-Photonics, Plasmonics
(e) Computational Nanoscience & Nanotechnology (Modelling and Simulation)
(f) Nano-Manufacturing, Industry Issues, Technology Transfer, Metrology, Standards
(g) Nanotechnologies in Society, Health and the Environment

II. Location
This 3rd Nanoscience and Nanotechnology Symposium is going to be held in Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia.

Bandung city is an indulging shopping heaven surrounded by highlands and plantations with extremely cheap high quality fashion, distinctive artworks and friendliness of beautiful local people.

Bandung is located in the central highlands at an altitude of 768m. The city is known for its many universities, textile industry and many roadside cafes. Called Parijs van Java (Paris of Java) by the Dutch, its high altitude location makes the weather pleasantly cool. The food in Bandung is also well known for its wide variety. Bandung is a very popular weekend escape for Jakartans and people around the country, who crowd into the city on weekends and national holidays.

III. Key Dates
Abstract submission deadline: 31 March 2010
Notification of acceptance: 07 April 2010
Registration deadline: 16 May 2010
Conference day: 16 June 2010
Manuscript submission deadline: 23 June 2010

IV. Presentation
Presentations take place in parallel sessions and are 20 minutes in length (including time for question and answer).
Poster displays (selected from submitted abstracts):
Displays take place in the exhibition area at specific times within the scientific program. The maximum poster size is A0 portrait (1189mm high x 841mm wide).

V. Publication
All submitted papers will be reviewed to keep the standard quality of scientific contribution. The accepted papers will be published in Conference Proceedings of American Institute of Physics (AIP). Each participants will receive one book of the AIP Conference Proceedings about two months after the conference day (dependent on the publication process in the AIP).

The online version of the proceeding will be published simultaneously with the print book and all the conference participants will have a free unlimited access. The printed proceedings and its online version will have the Volume number in the AIP Conference Proceedings Series, ISSN and ISBN, and will be registered at the Library of Congress. There will be AIP's Copyright.

VI. Committee
International Advisory Board
1. Prof. Kikuo Okuyama (Hiroshima University, Japan)
2. Prof. Seung Bin Park (KAIST, Korea)
3. Prof. Wendelin Stark (ETH, Switzerland, *in confirmation)
4. Prof. Pratim Biswas (Washington Univ. St Louis, USA)
5. Prof. Tatsuya Okubo (Tokyo University, Japan)
6. Prof. I. Wuled Lenggoro (TUAT, Japan)
7. Prof. M. Barmawi (ITB, Indonesia)
8. Dr. Khairurrijal (ITB, Indonesia)

Organizing Committee
Leader
Dr. Mikrajuddin Abdullah (Bandung Institute of Technology)
Member
Dr. Ferry Iskandar (Bandung Institute of Technology & Hiroshima University)
Dr. Toto Winata (Bandung Institute of Technology)
Prof. Ismunandar (Bandung Institute of Technology)
Prof. Rosari Saleh (Indonesia University)
Dr. Pepen Arifin (Bandung Institute of Technology)
Prof. Heru Setiawan (Sepuluh November Institute of Technology)
Dr. Darminto (Sepuluh November Institute of Technology)
Dr. Euis Sustini (Bandung Institute of Technology)
Dr. Yudi Darma (Bandung Institute of Technology)
Dr. Maman Budiman (Bandung Institute of Technology)
Dr. Agus Purwanto (Sebelas Maret University)
Dr. Hendri Widiyandari (Diponegoro University)
Dr. Widiyastuti (Sepuluh November Institute of Technology)
Dr. Camellia Panatarani (Padjajaran University)


VII. Registration
Registration Fee:
Indonesian participant : IDR700.000
Oversea Participant : USD200
Registration is done by bank transfer to the following bank account.
Bank Name : CIMB NIAGA, BDC-IBC Dago Branch
Account : 026-01-42530-13-9 (Mikrajuddin A. QQ LFSN)
After payment, please complete the following form and return together with payment receipt to the following address:

The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010 Committee
Department of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganeca 10 Bandung 40132, Indonesia
Tel./Fax. : +62-22-2500834/2506452
E-mail: din@fi.itb.ac.id


REGISTRATION FORM
The 3dr Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010
Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia, 16 June 2010

Please type or print in BLOCK LETTERS in black. Please complete all sections.
Title :Prof Dr Mr Ms Mrs Miss
Family Name :
Given Name :
Organisation :
Position :
Additional Information:
(a) Government University (b) Research Institution (c) Industry Private
Postal Address:

State: Country:
Telephone : Facsimile :
Mobile : Email :

I am happy to participate as a full manuscript referee – please contact me with further details once available (YES or NOT)

Note. Please do online registration via Online-Registration. Otherwise, you could send your abstract to the following e-mail: din@fi.itb.ac.id

Senin, 25 Januari 2010

Setelah ITB Journal Terdaftar di Scopus, lalu Apa?


ITB Journal of Science dan ITB Journal of Engineering Science sudah terdaftar di Scopus. Implikasinya cukup bermakna. Makalah-makalah yang terbit dalam ITB J. otomatis terekam secara international, dan kontribusi dosen-dosen ITB dalam bidang sains dan teknolgi dapat dibandingkan dengan dosen-dosen PT lain di luar, dan pada akhirnya posisi ITB dalam riset dapat dipetakan. Banyak orang percaya, rekaman karya pada dosen di Scopus memberi gambaran mutu riset di perguruan tinggi tersebut. Walaupun, Scopus bukan satu-satunya data base publikasi yang ada. Pada acara silaturahmi dengan MWA minggu lalu, Pak Rektor begitu bangga dengan ITB sebagai institusi dengan jumlah rekaman Scopus tertinggi di Indonesia.

Sampai ITB J. terdaftar di Scopus merupakan usaha yang cukup panjang dari pada editor. Namun, yang perlu dipikirkan selanjutnya, setelah terdaftar di Scopus lalu mau apa? Apa sekedar terdaftar begitu saja. Atau kita melakukan langkah besar untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna mendongkrak rekaman riset ITB secara internasional. Walapun ITB menempati posisi tertinggi di Indonesia, namun masih kalah jauh dengan universitas negara tetangga. Kita kalah sangat jauh dari semua universitas di Singapura, kita kalah jauh dari Univ. Sains Malaysia, Univ. Malaya, dan sejumlah univ. lain di Malaysia. Kita kalah sangat jauh dari Univ. Mahidol dan Chulalangkorn. Dalam level ASEAN, kita masih berada cukup jauh di belakang.

Setelah dimati, rekam jejak Scopus beberapa perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand diangkat oleh jurnal yang mereka kelola dan didaftarkan di Scopus. Kalau demikian, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama. Mumpung ITBJ telah terdaftar di Scopus, mengapa tidak kita manfaatkan sebebsar-besarnya dengan menggelontorkan banyak makalah untuk diterbitkan di ITBJ.

Untuk mencapai sasaran tersebut, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan.

Memperbanyak jumlah makalah yang terbit dalam ITBJ dan memperbanyak frekuensi penerbitan ITBJ. Jangan seperti saat ini. Terlalu sedikit frekuensi terbitan (2 kali setahun) dan terlalu sedikit jumlah makalah yang diterbitkan (sekitar 5/penerbitan). Pendekatan ini mungkin akan menurunkan nilai akreditasi BAN. Tapi, mari kita lupakan sejenak BAN. Tidak apa-apa, akreditasi ITBJ (oleh BAN) rendah, tetapi kita diakui secara internasional. Kalau ITB teguh dalam pendirian ini dan mampu menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang sedikit menyimpang dari aturan BAN dapat membuat jurnal dikui secara internasional, barangkali BAN akan mengubah beberapa criteria yang berada di daerah abu-abu dan lebih bersifat administrative, bukan substantif (masalah ini pernah saya tulis dalam e-mail yang dulu).

Memotivasi pada dosen untuk menulis makakah untuk diterbitkan di ITBJ. Tatpi kita tetap harus menjaga standar mutu makalah yang diterbitkan. Dengan jumlah dosen hampir 1000, apabila satu dosen menulis minimal satu makalah/tahun di ITBJ maka dalam waktu satu tahun recakam Scopus ITB bertambah 1000 per tahun. Apalagi kalau ada beberapa dosen yang dapat menulis lebih dari satu makalah. Bandingkan dengan tahun 2009 di mana rekaman Scopus ITB kurang dari 200. Saya yakin tidak sulit bagi orang-orang pintar di ITB ini menulis makalah untuk ITBJ satu buah (saja) dalam satu tahun. Yang saya tahu, beberapa teman di MIPA dapat menulis lebih dari sepuluh makalah di jurnal nasional dan internasional dalam waktu satu tahun, walaupun masih mengayomi SKS kuliah dalam jumlah maksimum (hingga 12 SKS/semester).

Memperlancar proses penerbitan ITBJ. Saya masih merasakan proses penerbitan di ITBJ sekarang amat lambat. Hal ini dikatakan pula oleh sejumlah rekan. Sebagai contoh saja, saya submit makalah di akhir tahun 2008. Makalah tersebut sudah diaccept, namun kapan munculnya di ITBJ wallahu alam. Beberapa jurnal di luar sangat menjaga kecepatan proses editorial sejak submit paper hingga muncul di jurnal, minimal dalam versi online. Beberapa jurnal menjanjikan bahwa paling lama 7 minggu sudah ada keputusan akhir tentang makalah tersebut.

Hasil-hasil riset para dosen ITB pasti banyak yang dapat dipublikasikan di ITBJ. Tinggal dibuat strategi bagaimana hasil tersebut bisa menjadi makalah yang siap publikasi. Mungkin ada semacam workshop sehari penulisan makalah secara bersama. Lalu ada workshop sehari review makalah secara bersama.

Agar ITBJ lebih dikenal secara internasional, kita jangan hanya mengandalkan Scopus. Banyak tempat abstracting/indexing lain yang sering digunakan sejumlah jurnal ilmiah. Beberapa diantaranya berikut ini. Advanced Polymers Abstracts, Aluminum Industry Abstracts, CEABA-VtB, Ceramic Abstracts, Chemical & Earth Sciences, Chemical Abstracts (CAS), Compendex, Composites Industry Abstracts, Computer and Information Systems Abstracts Journal, Corrosion Abstracts, CSA Mechanical & Transportation Engineering Abstracts, Current Contents/Physical, Earthquake Engineering Abstracts, Electronics and Communications Abstracts Journal, Engineered Materials Abstracts, Engineering Village 2, Environmental Engineering Abstracts, IEEE Inspec, International Aerospace Abstracts, Institute Materials Business File, METADEX, OCLC, Paperchem, Science Citation Index (Thomson/ISI), Scopus, Solid State and Superconductivity Abstracts, Technology Research Database (CSA), The Engineering Index Monthly, World Ceramics Abstracts.

Demikian sekedar ide