Minggu, 28 Februari 2010

PR 2 FI5002 Mekanika Statistik



% Ini adalah PR 2 FI5002 Mekanika Statistik.
% Copy dan Paste semua tampilan ini lalu simpan dalam file dengan extension .TEX
% Jalankan file tersebut dengan Latex untuk diubah ke format PDF
% PR dikumpulkan tanggal 8 Maret 2010
% Selamat bekerja
%----------------------------------------------------------------------
\documentclass[12pt,a4paper]{article}
\usepackage{psfig}
\usepackage{cite}
\usepackage{latexsym}

\title{PR 2 Mekanika Statistik}

\begin{document}

\maketitle

\textbf{Soal 1}. Tinjau assembli gas klasik yang mengandung $N$ molekul diatomik yang tidak berinteraksi di dalam kotak dengan volum $V$ dan suhu $T$. Kotak tersebut dapat ditembus energi tetapi tidak dapat ditembus sistem. Hamiltonian satu molekul memenuhi
\begin{equation}
H(\vec{r}_1,\vec{r}_2,\vec{a}_1,\vec{a}_2)={1 \over 2m} \left({p_1^2+p_2^2} \right)+{1 \over 2} K |\vec{r}_1-\vec{r}_2|^2
\end{equation}
dengan $\vec{r}_1$, $\vec{r}_2$, $\vec{r}_1$, dan $\vec{r}_2$ adalah koordinat momentum dan koordinat ruang dua atom dalam molekul. Tentukan:
\begin{itemize}
\item[(a)] Energi bebas Helmholtz assembli
\item[(b)] Kapasitas kalor pada suhu konstan
\item[(c)] Rata-rata kuadrat dari diameter molekul, $\langle {|\vec{r}_1-\vec{r}_2|^2} \rangle$
\end{itemize}

\textbf{Soal 2}. Ulangi pertanyaan-pertanyaan di \textbf{Soal 1} dengan menggunakan hamiltonian berikut ini
\begin{equation}
H(\vec{r}_1,\vec{r}_2,\vec{a}_1,\vec{a}_2)={1 \over 2m} \left({p_1^2+p_2^2} \right)+ \epsilon |r_{12} - r_0|
\end{equation}
dengan $\epsilon$ dan $r_0$ adalah konstanta positif dan $r_{12} = |\vec{r}_1-\vec{r}_2|$

\textbf{Soal 3}. Dalam formulasi grand kanonik, energi bebas Helmholtz dan jumlah rata-rata sistem dalam assembli memenuhi
\begin{equation}
F = NkT \ln z - kT \ln Z_G(z,V,T)
\end{equation}
\begin{equation}
N = z {\partial \over \partial z}\ln Z_G(z,V,T)
\end{equation}
dengan $x = \exp (\mu /kT)$. Tunjukan bahwa hubungan berikut ini berlaku
\begin{equation}
\left( {\partial A \over \partial N} \right)_{V,T} = kT \ln z = \mu
\end{equation}

\textbf{Soal 4}. Buktikan \textit{teorem Van Leeuwen} bahwa fenomena diamagnetisme tidak muncul dalam fisika klasik. Berikut ini adalah \textit{hint} yang dapat digunakan.
\begin{itemize}
\item[(a)] Jika $H(\vec{a}_1,\vec{p}_2,...,\vec{p}_N;\vec{q}_1,\vec{q}_2,...,\vec{q}_N)$ adalah hamiltonian assembli partikel bermuatan tanpa kehadiran medan magnet, maka hamiltonian assembli tersebut dengan kediran medan magnet luar dapat ditulis $H(\vec{a}_1,\vec{p}_2,...,\vec{p}_N;\vec{q}_1-(e/c)\vec{A},\vec{q}_2-(e/c)\vec{A},...,\vec{q}_N-(e/c)\vec{A})$, di mana vektor potensial $\vec{A}$ memenuhi $\vec{B} = \nabla \times \vec{A}$.
\item[(b)] Magnetisasi dalam arah $B$ yang dihasilkan adalah
\begin{equation}
M=\left\langle {-{\partial H \over \partial B}} \right\rangle = kT {\partial \over \partial B} \ln Z_N
\end{equation}
\end{itemize}
\textbf{Soal 5}. Teori paramagnetisme \textit{Langevin}. Tinjaun $N$ atom magnetik di mana masing-masing atom memiliki momen magnetik instrinsik $\mu$. Hamiltonian assembli dengan kehadiran medan mahnetik $\vec{B}$ adalah
\begin{equation}
H = H(p,q) - \mu B \sum_{i=1}^N \cos \alpha_i
\end{equation}
di mana $H(p,q)$ adalah hamiltonian sistem tanpa kehadiran medan magnet, dan $\alpha_i$ adalah sudut antara $\vec{B}$ dan momen magnetik atom ke-$i$. Perlihatkan bahwa:
\begin{itemize}
\item[(a)] Momen magnetik induksi memenuhi
\begin{equation}
M = N \mu \left( {\coth \theta - {1 \over \theta}} \right)
\end{equation}
\item[(b)] Susseptibilitas magetik per atom adalah
\begin{equation}
\chi = {\mu^2 \over kT} \left( {{1 \over \theta^2} - {1 \over \cosh^2 \theta}} \right)
\end{equation}
\item[(c)] Pada suhu yang sangat tinggi, $\chi$ memenuhi hukum \textit{Curie}, yaitu $\chi \propto T^{-1}$. Tentukan konstanta kesebandingan. Konstanta tersebut dinamakan \textit{konstanta Curie}.
\end{itemize}
\end{document}
%-------------------------------------------------------------------------

Rabu, 24 Februari 2010

Komitmen dalam OSN dan IMSO





Sejak terlibat dalam kegiatan Olimpide Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI maupun international mathematics and science Olympiad (IMSO), baik sebagai penyusun soal, juri, maupun ketua juri, filosofi yang selalu saya dan anggota tim pegang teguh adalah, jadikanlah sains itu semurah mungkin dan semudah mungkin. Kita menginginkan olimpiade menjadi pemicu kemajuan pendidikan di Indonesia secara bersama. Kita menginginkan olimpiade bisa menjadi motivator bagi sekolah-sekolah di kota dan di pelosok negeri untuk maju mencerdaskan anak bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, langkah yang kita tempuh adalah soal-soal yang diujikan di OSN dan IMSO harus dapat dikerjakan/dilakukan juga oleh siswa di seluruh sekolah di Indonesia, termasuk sekolah-sekolah terpencil yang sering kesulitan mendapatkan akses fasiltas.

Kami selalu berusaha merancang percobaan sedemikian rupa sehingga alat-alat tersebut dapat diduplikasi oleh sekolah mana saja, termasuk sekolah-sekolah yang ada di tengah hutan. Alat-alat eksperimen dibuat menggunakan bahan-bahan yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar. Kalaupun harus beli, maka alat tersebut harus murah namun tetap menarik. Tidak jarang alat eksperimen yang kami rancang dibuat dari mainan anak-anak, peralatan dapur, bahan makanan dan minuman, dan sebagainya.

Ini sebenarnya tantangan yang sulit. Karena ternyata tidak mudah membuat eksperimen yang menarik tapi murah. Kalau kami ingin mudah sebenarnya gampang. Beli kit eksperimen yang dijual di distributor peralatan laboratorium, habis perkara. Tetapi dengan cara ini dijamin bahwa eksperimen tersebut tidak akan bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah di daerah terpencil. Hanya sekolah-sekolah di kota besar yang dapat melakukannya. Dan kami tidak ingin demikian. Indonesai bukan hanya kota-kota besar. Pendidikan bukan hanya untuk siswa kota besar. Semua warga Negara dari Sabang sampai Merauke dan Rote sampai Miangas harus mendapatkan pendidikan yang adil.

“Salah satu komitmen yang merupakan harga mati” adalah biaya pembuatan satu set alat eksperimen tidak boleh lebih dari Rp 100.000,- (seratus ribu). Tidak jarang set alat eksperimen yang kami buat berharga kurang dari Rp 10.000,- (sepuluh ribu). Dan kami cukup bangga ternyata beberapa peralatan yang kami buat dalam OSN maupun IMSO dipuji oleh para pembina dari luar negeri ketika mereka mengikuti IMSO. Padahal modal pembuatan alat-alat tersebut hanya puluhan ribu.

Saya berpendapat bahwa, untuk sekolah tingkat dasar dan menengah, kita tidak perlu memaksakan siswa untuk melakukan percobaan dengan alat yang mahal untuk mendapatkan hasil dengan ketelitian tinggi. Yang penting adalah para siswa memahami prinsip ilmu yang diajarkan melalui pengamatan langsung (tanpa ditutut ketelitian). Pengamatan yang lebih teliti biarlah dilakukan di perguruan tinggi.

Kepada para pembina OSN SD/MI dan IMSO, ketika melakukan pembinaan kepada anak-anak peserta kompetisi tersebut, jangan terfokus pada penggunaan peralatan mahal (khusus untuk eksperimen). Coba pikirkan percobaan-percobaan yang bisa dilakukan dengan benda-benda yang mudah didapat di sekitar kita. Hampir dipastikan tidak akan akan ada pecobaan yang menggunakan alat dengan harga ratusan ribu rupiah atau lebih.

OSN tahun ini akan dilaksanakan di kota Medan bulan Agustus dan IMSO akan diadakan di Bali bulan Oktober. Mari kita jadikan olimpiade bukan sekedar ajang yang mengejar medali dan mengangkat prestasi sekolah atau propinsi tertentu. Tetapi kita jadikan sebagai "bench mark" mutu pendidikan kita. Olimpiade kita jadikan sebagai pemicu peningkatan mutu pendidikan di tanah air secara bersama-sama. Olimpiade dijadikan sebagai "competition-driven learning".

Minggu, 21 Februari 2010

Diktat-ku

Setiap kali memberikan kuliah, saya selalu berusaha membuat diktat. Memang awalnya tidak terlalu sempurna. Namun seiring dengan pengulangan kuliah tersebut di tahun-tahun berikutnya, maka diktat akan makin lengkap dan makin sempurna. Penyermpurnaan berkali-kali dapat menjadikan diktat tersebut sebuah text book. Banyak pengalaman di luar negeri menunjukkan bahwa text book-text book terkenal lahir dari diktat yang mengelami penyempurnaan bertahun-tahun. Bahkan bisa melebihi 10 atau 20 tahun. Pada prinsipnya, tidak ada karya momumental yang dapat dihasilkan dalam waktu sekejap.

Saya sangat yakin bahwa diktat dapat membantu mahasiswa memahami pokok-pokok bahasan yang kadang tidak dipahami dengan jelas dari text book yang ada. Di dalam diktat kita dapat menjelaskan pokok-pokok bahasan lebih detail, lebih lengkap, menurunkan persamaan yang lebih lengkap di bandingkan dengan di text book, atau menjelaskan hasil pemikiran kita sendiri.

Saya sudah menulis beberapa diktat dan sebagiannya sedang saya sempurnakan untuk menjadi buku. Sebagian diktat tersebut diterbitkan penerbit ITB. Diktat-diktat yang telah saya tulis adalah:

1) Mikrajuddin Abdullah, Diktat Kuliah Fisika Dasar I (419 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa TPB ITB. Rencananya diktat ini akan disempurnakan menjadi buku.

2) Mikrajuddin Abdullah, Diktat Kuliah Fisika Dasar II (571 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa TPB. Rencananya diktat ini akan disempurnakan menjadi buku.

3) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI1201 Fisika Dasar II: Pembahasan Soal Ujian TPB Sem II (265 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa TPB ITB.

4) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI2001 Studi Literatur Fisika (120 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB.

5) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI5002 Mekanika Statistik (200 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S2 dan S3 Fisika ITB.

6) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI4001 Fisika Zat Padat (132 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB.

7) Mikrajuddin Abdullah, Catatan Kuliah FI3002 Pengantar Fisika Statistik (350 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB. Diktat ini sudah menjadi draft buku dengan judul "Pengantar Fisika Statistik untuk Mahasiswa MIPA" dan mendapat hibah penulisan buku text ITB-WCU tahun 2009. Draft sudah diajukan ke Penerbit ITB untuk dinilai kemungkinan penerbitannya.

8) Mikrajuddin Abdullah, Diktat kuliah FI4131 Topik Khusus Fisika Material Elektronik (225 halaman). Ini adalah diktat untuk mahasiswa S1 Fisika ITB. Diktat ini sudah menjadi buku dengan judul "Pengantar Nanosains" yang diterbitkan penerbi ITB tahun 2009. Buku ini juga mendapat hibah penulisan buku texk Diknas tahun 2008.

9) Mikrajuddin Abdullah & Khairurrijal, Diktat Pengolahan data Karakterisasi Nanomaterial (300 halaman). Ini dipakai dalam Wokrshop Pengolahan Data Karakterisasi Nanomaterial di ITB tanggal 5 Oktober 2009. Diktat ini sedang kita edit untuk menjadi buku.

10) Mikrajuddin Abdullah, Shafira Khairunnisa, dan Fathan Akbar, Belajar Bahasa Jepang Secara Informal (300 halaman). Ini ditulis bersama anak saya Nisa (SMPN 8 Bandung) dan Fathan (SDN Ajitunggal Bandung). Siapa saja yang ingin belajar bahasa Jepang, silakan baca diktat ini.

11) Mikrajuddin Abdullah dan Khairurrijal, Siapa Bilang Demo Sains Itu Mahal (150 halaman). Ini digunakan dalam pelatihan guru-guru SMA yang disponsori oleh Medco Foundation. Rencanya diktat ini akan disempurnakan menjadi buku.

Sebagian diktat tersebut dijual di Toko Buku ITB dan sebagian dapat dicopy di Perpustakaan Fisika ITB.

Jumat, 19 Februari 2010

Pemenang Hibah Penelitian Mahasiswa MIPA-ITB 2010

Setelah dinilai oleh para dosen di lingkungan Fakultas MIPA-ITB, akhirnya ditetapkan dua belas pemenang hibah penelitian mahasiswa MIPA-ITB 2010. Pemenangnya sebagai berikut:

1) Irma Indriana Hariawang, Muhamamad Rudi Hariyanto, dan Erni Romauli Sihotang, Menggali Potensi Candi Borobudur.

2) Mohamad Insan Nugraha, A.S Alfarobi, Yusia Haryanto, Randi Farmana, dan Nurul Widya, Prinsip Optika Sederhana Untuk Optimalisasi Penyerapan Cahaya Matahari Pada Panel/Sel Surya.

3) Prawistin Noorlaily, Alinda Permatasari, Harni Julia Fitri, dan Liany Septiany, Pembuatan Sabun yang Mengandung zat Kimia atau bahan herbal yang tepat untuk membunuh bakteri patogen tanpa mengganggu bakteri baik sel kulit juga aman bagi lingkungan.

4) Bramanti Dwi Kurniawan, Alip Firmansah, dan Sumarni, Sistem Monitoring Lingkungan Dengan Media Telepon Selular

5) Mohammad Ruqi Faishal Islamy, Yudhitya Kusumawati, Anggita Bayu Suryawan, Sumbono, Efi Dwi Indari, Viny Veronika Tanuwijaya, Rezkia Dewi Andajani, Akbar Setia Senja, dan Rakhmat Kurnia Sumarja, Pengenalan Ilmu Fisika Melalui Media Komik.

6) Cynthia Juwita Ismail, Aprini Dwi Bonita Pasaribu, Rusdy Zulfan, Rio Natanael Wijaya, dan Iwan Jaya Aziz, Sintesis Material Luminescence Menggunakan Zn dari Limbah Baterai Alkalin

7) Fajar Mukharam Darozat, Reza Rendian Setiawan, Randy Menander, dan Iqbal Fauzi, Perancangan Kunci Otomatis Tanggap Kondisi.

8) Shofarul Wustoni, Meri Ayurini, Rahmat Kurnia S, dan Seli Sundari, Potensi Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Sebagai Kemasan Makanan Alami Yang Inovatif

9) Harsya Bachtiar, Widi Nugroho, dan Mirna Nurmeilasari, Simulasi Komputasi Interaktif Bencana Alam Berdasarkan Parameter Fisis Dan Kimia Pada Struktur Bawah Permukaan Bumi.

10) Miftah salam, M. Insan Nugraha, A. Fikri Hidayat, Doni Herlambang, Nurul Widia, dan Hari Purnama, Penggunaan Prinsip Getaran Rel Untuk Membuat Prototipe Alam Sistem Keamanan Perlintasan Kereta Api.

11) Rani Sasmita Tarmidi, Risa Karmila, Intan Tassia, dan Sulistiyowati, Solusi Rambu Lalu lintas di Perempatan Pasar Simpang demi Keamanan Penyeberang Jalan.

12) Khabib Khumaini, Iwan, Rifa Kharunnisa, Septi Cahya Widianti, dan Siti Maryam, Pembuatan Sumur Terapung Semi Otomatis Sebagai Penyedia Air.

Selamat kepada para pemenang. Dan untuk yang belum mendapatkan hibah tersebut mohon tidak berkecil hati. Anda semuanya bagus. Beda skor antara pemenang dan yang belum berhasil sangat tipis. Tetapi karena hibah yang tersedia hanya 12, kami harus memilih.

Ingin kami informasikan lebih lanjut bahwa jumlah proposal yang masuk ada 28. Distribusi proposal berdasarkan Prodi ketua tim adalah, Astronomi : 1 proposal, Fisika : 16 proposal, Kimia: 8 Proposal, Matematika: 2 proposal, dan TPB : 1

Setelah dilakukan penilaian, jumlah proposal pemenang hibah ada 12. Distribusi pemenang berdasarkan Prodi ketua tim adalah, Astronomi: 1 proposal (100%), Fisika : 7 proposal (43,8%), Kimia: 3 proposal (37,5%), Matematika: 1 (50%), dan TPB : 0 proposal (0%)

Kepada para pemenang diminta kehadirannya di FMIPA hari Senin tanggal 29 Februari 2010 jam 11.00 untuk mendapatkan penjelasan dari panitia (pengumunan di Web site MIPA perlu dikoreksi karena ternyata 26 Februari adalah hari libur).

Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih dan pernghargaan setinggi-tingginya pada para dosen FMIPA yang telah meluangkan waktu untuk mereview proposal mahasiswa sehingga tugas kami sebagai panitia menjadi sangat mudah.



Panitia
Dr. Mikrajuddin Abdullah
Dr. Khairurrijal
Dr. M. Iqbal Arifyanto
Dr. Santi Nurbaiti
Dr. Hanni Garminia
Dr. Priastuti Wulandari

H-index Publikasiku 14


Saat ini ada dua kriteria yang digunakan orang untuk mengukur kontribusi keilmiahan seseorang. Kriteria pertama sudah cukup lama digunakan, yaitu jumlah sitasi. Parameter ini menyatakan jumlah kali (berapa kali) makalah yang dihasilkan yang bersangkutan telah di-sitasi (muncul dalam referensi) makalah-makalah yang terbit sesudahnya di jurnal ilmiah mana saja. Jika seseorang memiliki jumlah citasi 100 berarti telah 100 kali makalah yang ditulis oleh yang bersangkutan (makalah mana saja) muncul di referensi makalah yang ditulis orang sesudahnya, termasuk oleh dia sendiri.

Kriteria kedua dinamakan h-index. Kriteria ini mencerminkan produktivitas seseorang berdasarkan jumlah makalah yang dihasilkan, sekaligus jumlah citasi tiap makalah tersebut (impact dari publikasinya). Bisa terjadi seseorang dengan jumlah sitasi tinggi hanya memiliki satu atau dua makalah, tetapi citasi untuk kedua makalah tersebut tinggi. Sebaliknya, h-index tidak hanya melihat demikian. Disamping diperhitungkan jumlah citasi, juga diperhitungkan jumlah makalah yang dihasilkan.

Seseorang dengan h-index 10, artinya ada 10 makalah yang ditulis oleh yang bersangkutan yang disitasi minimal 10 kali. Seorang dengan h-index 18 artinya ada sepuluh makalah yang bersangkutan yang disitasi minimal 18 kali. Jika seseorang memiliki jumlah citasi 300, tetapi makalahnya cuma 2, maka h-index yang dimilikinya hanya 2.

Dari sini tampak bahwa h-index yang tinggi hanya bisa dicapai dengan memiliki banyak publikasi dan tiap publikasi memiliki jumlah citasi yang besar. Jika jumlah publikasi sedikit, berapa pun citasinya, maka h-index yang dicapai rendah. Jika jumlah publikasi banyak, tetapi jumlah citasi tiap publikasi kecil, maka h-index juga kecil.

Di Amerika, fisikawan sudah bisa menduduki jabatan professor penuh jika memiliki h-index minimal 18. Artinya minimal 18 makalah yang dia hasilkan telah disitasi masing-masing minimal 18 kali (http://en.wikipedia.org/wiki/H-index).

Setelah melihat data Scopus, saya hitung-hitung, jumlah citasi makalah saya sudah 572 dengan h-index 14. Lumayan.

Kamis, 18 Februari 2010

Citasi Paperku di Scopus 572




Hari kemarin, 18 Februari 2010, saya mengecek citasi makalah-makalah saya di jurnal yang dicover oleh Scopus (http://www.scopus.com). Jumlah total citasi adalah 572. Senang juga mendapat citasi yang cukup tinggi tersebut karena angka 572 termasuk amat tinggi bagi dosen dan peneliti di Indonesia.

Untuk mensearching publikasi saya, dapt menggunakn tiga kata kunci pencarian untuk authors, yaitu:

mikrajuddin AND okuyama
abdullah AND okuyama
abdullah AND khairurrijal

Dalam makalah saya, kadang saya menulis nama Mikrajuddin saja atau Mikrajuddin Abdullah. Penggunaan nama yang kedua ini karena sering direpotkan oleh permintaan first name dan family name saat submisi dan korespondensi dengan editor jurnal.

Index Copernicus Jurnal Nanosains & Nanoteknologi 3.75



Setalah satu tahun didaftar di Index Copernicus, akhirnya Jurnal Nonosains & Nanoteknologi (http://ijp.fi.itb.ac.id/index.php/nano) telah mendapat IC value. Nilai yang diperoleh selama evaluasi tahun 2009 adalah 3.75. Memang tidak terlalu tinggi, tetapi sudah cukup baik untuk jurnal yang baru muncul. Banyak jurnal lain yang diterbitkan di luar negeri memiliki IC yang mirip dan bahkan di bawah Jurnal Nonosains & Nanoteknologi. Kita akan terus berusaha menghidupkan jurnal ini sehingga makin dikenal dan bertmanfaat di kalangan peneliti. Kita juga sudah mulai banyak menerima submisi makalah dari peneliti Malaysia. Dan mulai tahun 2010 ini semua makalah harus dalam bahasa Inggris.

Mudah-mudahan jurnal yang dibangun tanpa sponsor dan dana dari manapun ini (mengandalkan dana pribadi) memberikan peran lebih banyak bagi kemajuan riset nano di Indonesia.

Rabu, 17 Februari 2010

PR Mekanika Statistik (FI5002)


Sebanyak N atom magnetic dengan momen magnetik masing-masing atom adalah M berada dalam medan magnet homogen B. Interaksi antar atom diabaikan. Atom-atom tersebut berada dalam wadah tertutup yang terbuat dari logam. Momen-momen magnetik hanya memiliki tujuh arah orientasi yang mungkin, yaitu membentuk sudut dengan medan magnetic sebesar 0o, 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, dan 180o. Energi interaksi antara momen magnetik dengan medan magnet adalah U = - M B cos Q dengan Q adalah sudut antara momen magnetik dengan medan.
1) Tentukan fungsi partisi satu atom
a) Jika atom-atom dapat dibedakan, cari fungsi partisi assmebli
b) Jika atom-atom tidak dapat dibedakan, cari fungsi partisi assembli

2) Berdasarkan fungsi partisi, tentukan
a) Energi rata-rata assembli
b) Energi rata-rata per atom
c) Cari entropi assembli
d) Cari energi bebas Helmholtz

Cari untuk assembli dengan sistem terbedakan dan tak terbedakan.

PR 1 Fisika Dasar IIB, Kelas 05





Kumpulkan Tanggal 25 Februari 2010

1) Gambar atas adalah asap kotor yang keluar dari cerobong pabrik yang sangat berdampak negatif bagi lingkungan. Rancang alat yang dapat mengurangi pembuangan asap tersebut dengan memanfaatkan prinsip elektrostatik.

2) Gambar tengah adalah petir yang terjadi di sekitar puncak gedung tinggi. Agar aman maka gedung-gedung tersebut selalu dilengkapi dengan penangkal petir.
a) Jelaskan proses terjadinya petir
b) Apa kegunaan penangkal petir?
c) Bagaimana disain penangkal petir yang baik?

3) Gambar bawah adalah skema CRT (cathode ray tube) yang digunakan pada televisi tabung, serta contoh salah satu televisi tabung. Jelaskan prinsip kerja CRT sejak dihasilkan berkas elektron sampai ditampilkan gambar di layar televisi.

Selasa, 16 Februari 2010

Target 100 Buku




Salah satu obsesi yang ingin saya kejar adalah dapat menulis 100 buku selama karis saya sebagai dosen. Hingga saat ini saya sudah menghasilkan 30 buku yang meliputi buku tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MI, PT, dan umum. Beberapa draft buku lain sedang dalam pengerjaan. Beberapa buku saya yang telah terbit adalah:

1) Umar Fauzi, Mikrajuddin, dan Abdul Waris, Kreatif Dengan Olimpiade Sains, Karya Duta Wahana, Jakarta, 2006 (SD/MI)
2) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Tata Surya yang Dahsyat, Bina Sarana Pustaka, Jakarta 2008 (SD/MI)
3) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Mengungkap Gerak dan Penyebabnya Ricardo, Jakarta 2008 (SD/MI)
4) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Misteri Cahaya, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
5) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Keajaiban Bunyi, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
6) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Mengapa Kita Memerlukan Energi, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
7) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Dunia Digital dan Mikroskopik, Bina Sarana Pustaka, Jakarta, 2008 (SD/MI).
8) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Air yang Menakjubkan, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
9) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Rahasia Listrik dan Fenomena Ajaib Magnet, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
10) Umar Fauzi, Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, Sony Suhandono, Ana Ratna Wulan, Imamal Mutaqien, dan Ulfah M. Siregar, Kreatif dengan IPA Terpadu: Bumi yang Mengagumkan, Ricardo, Jakarta, 2008 (SD/MI)
11) Mikrajuddin Abdullah, Umar Fauzi, Khairurrijal, Sony Suhandono, dan Ana Ratna Wulan, Kreatif dengan IPA Terpadu: Asyiknya Bereksperimen, Bina Sarana Pustaka, Jakarta, 2008 (SD/MI)
12) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMP dan MTs Jilid VII, ESIS, Jakarta, 2004 (SMP/MTs)
13) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMP dan MTs Jilid VIII, ESIS, Jakarta, 2004 (SMP/MTs)
14) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMP dan MTs Jilid IX, ESIS, Jakarta, 2004 (SMP/MTs)
15) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 1A, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
16) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 1B, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
17) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 2A, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
18) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 2B, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
19) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 3A, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
20) Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi, IPA Terpadu SMP dan MTs, 3B, ESIS, Jakarta, 2007 (SMP/MTs)
21) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid X A, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
22) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid X B, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
22) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XI A ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
23) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XI B ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
24) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XII A, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
25) Mikrajuddin Abdullah, Fisika SMA Jilid XII B, ESIS, Jakarta, 2006 (SMA/MA)
26) Mikrajuddin Abdullah, Physics for Senior High School Grade X, ESIS, Jakarta, 2009 (SMA/MA)
27) Mikrajuddin Abdullah, Pengantar Fisika Statistik, KK Fismatel ITB, 2009 (PT)
28) Mikrajuddin Abdullah, Pengantar Nanosains, Penerbit ITB, 2009 (PT)
29) Mikrajuddin Abdullah, Menembus Jurnal Ilmiah Nasional dan Internasional, Gramedia, Jakarta, 2004 (Umum)
30) Khairurrijal dan Mikrajuddin Abdullah (editors), Membangun Kemampuan Riset nanomaterial di Indonesia, Rezeki Putera, Bandung, 2009 (Umum)

Kamis, 04 Februari 2010

Menilai Kepakaran dengan Scholar Google


Salah satu cara sederhana menilai kepakaran seseorang adalah menggunakan mesin pencari Scholar Google (http://scholar.google.com/). Mesin ini dikhususkan untuk mencari dokumen-dokumen keilmuan yang tersimpan di seluruh dunia. Aktivitas seseorang yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan kelimuan akan terekam di sini. Makalah-makalah ilmiah yang dihasilkan orang yang bersangkutan dan telah diterbitkan di dokumen-dokumen ilmiah yang diakui secara internasional (jurnal ilmiah, proceedings seminar/symposium, dll) akan dapat ditelusuri dengan Scholar Google. Dari sini akan ketahuan siapa pakar mumpuni, pakar pendatang baru, dan pakar-pakaran. Dengan adanya Scholar Google, orang tidak bisa lagi berpura-pura menjadi pakar di suatu bidang keilmuan kalau memang dia belum menghasilkan kontribusi yang berarti di bidang tersebut. Karena bisa-bisa hasil pencarian Scholar Google untuk nama dia adalah nol.

Silakan masukkan nama pakar idola anda di dalam Scholar Google, lalu lihat hasil pencariannya.

Rabu, 03 Februari 2010

Mari Kita Internasionalkan Proceedings Kita


Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP). Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings tersebut.

1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai 200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy. Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp 150.000,- dengan proceedings AIP.

2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).

3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng. Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.

4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh. Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi kita secara internasional juga meningkat.

Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang dilaksanakan warga ITB dimuat dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi ITB akan melonjak drastis. Katakanlah satu dosen rata-rata dapat menghasilkan dua makalah di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan 2000 rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Ini berarti ada 1000 rekaman dalam satu tahun. Bandingkan dengan rekaman publikasi warga ITB selama 10 tahun terakhir yang hanya sekitar 1400.

Andaikata ITB lebih baik hati lagi dengan memberi subsidi pada makalah yang diterbitkan di proceedings internasional tersebut maka akan diperoleh hasil yang lebih luar biasa lagi. Misalkan biaya publikasi sekitar $25 - $35 per makalah disubsidi oleh ITB. Untuk menghasilkan 1000 makalah, ITB mensubsidi $25000 - $35000 (Rp 250 juta – Rp 350 juta). Biaya ini setara dengan 5 – 7 biaya riset KK. Dengan subsidi ini ITB mendapat lonjakan yang fantastis dalam rekaman publikasi, yaitu sebanyak 1000. Saya kira biaya seperti ini tidak ada apa-apanya bagi ITB. Bahkan dua atau tiga kali biaya tersebut (sekitar Rp. 1 miliar) untuk mendapatkan lonjakan 1000 rekaman publikasi masih belum ada artinya.

Jadi, mari kita tinggalkan cara lama dalam mempublikasikan makalah-makalah seminar yang kita adakan di ITB. Mari kita publikasikan di proceedings internasional. Kalau tidak ada subsidi, mari kita naikkan biaya registrasi sebesar Rp 150.000, - Rp 200.000,-. Kalau ada subsisi, Alhamdulillah.

Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kretif untuk mengangkat nama ITB ke level internasional. Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer, dan bahkan dicibir kebanyakan orang.

Senin, 01 Februari 2010

The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium, Bandung 2010






The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium is an international symposium organized by Bandung Institute of Technology and Materials Research Society of Indonesia (Himpunan Riset Material Indonesia).

I. Topics
All topics related to Nanoscience and Nanotechnology are welcome. The topics including
(a) Nanomaterials including nanoparticles, nanocavities, nanocrystals, nanotubes, nanowires, nanomembranes, nanoporous media
(b) Bio Nanotechnology, Nano-Medicine and Nanobionics
(c) Nanoelectronics, Spintronics, Nano-magnetics, Molecular, Organic Electronics and Quantum Computing
(d) Nano-Optics, Nano-optoelectronics, Nano-Photonics, Plasmonics
(e) Computational Nanoscience & Nanotechnology (Modelling and Simulation)
(f) Nano-Manufacturing, Industry Issues, Technology Transfer, Metrology, Standards
(g) Nanotechnologies in Society, Health and the Environment

II. Location
This 3rd Nanoscience and Nanotechnology Symposium is going to be held in Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia.

Bandung city is an indulging shopping heaven surrounded by highlands and plantations with extremely cheap high quality fashion, distinctive artworks and friendliness of beautiful local people.

Bandung is located in the central highlands at an altitude of 768m. The city is known for its many universities, textile industry and many roadside cafes. Called Parijs van Java (Paris of Java) by the Dutch, its high altitude location makes the weather pleasantly cool. The food in Bandung is also well known for its wide variety. Bandung is a very popular weekend escape for Jakartans and people around the country, who crowd into the city on weekends and national holidays.

III. Key Dates
Abstract submission deadline: 31 March 2010
Notification of acceptance: 07 April 2010
Registration deadline: 16 May 2010
Conference day: 16 June 2010
Manuscript submission deadline: 23 June 2010

IV. Presentation
Presentations take place in parallel sessions and are 20 minutes in length (including time for question and answer).
Poster displays (selected from submitted abstracts):
Displays take place in the exhibition area at specific times within the scientific program. The maximum poster size is A0 portrait (1189mm high x 841mm wide).

V. Publication
All submitted papers will be reviewed to keep the standard quality of scientific contribution. The accepted papers will be published in Conference Proceedings of American Institute of Physics (AIP). Each participants will receive one book of the AIP Conference Proceedings about two months after the conference day (dependent on the publication process in the AIP).

The online version of the proceeding will be published simultaneously with the print book and all the conference participants will have a free unlimited access. The printed proceedings and its online version will have the Volume number in the AIP Conference Proceedings Series, ISSN and ISBN, and will be registered at the Library of Congress. There will be AIP's Copyright.

VI. Committee
International Advisory Board
1. Prof. Kikuo Okuyama (Hiroshima University, Japan)
2. Prof. Seung Bin Park (KAIST, Korea)
3. Prof. Wendelin Stark (ETH, Switzerland, *in confirmation)
4. Prof. Pratim Biswas (Washington Univ. St Louis, USA)
5. Prof. Tatsuya Okubo (Tokyo University, Japan)
6. Prof. I. Wuled Lenggoro (TUAT, Japan)
7. Prof. M. Barmawi (ITB, Indonesia)
8. Dr. Khairurrijal (ITB, Indonesia)

Organizing Committee
Leader
Dr. Mikrajuddin Abdullah (Bandung Institute of Technology)
Member
Dr. Ferry Iskandar (Bandung Institute of Technology & Hiroshima University)
Dr. Toto Winata (Bandung Institute of Technology)
Prof. Ismunandar (Bandung Institute of Technology)
Prof. Rosari Saleh (Indonesia University)
Dr. Pepen Arifin (Bandung Institute of Technology)
Prof. Heru Setiawan (Sepuluh November Institute of Technology)
Dr. Darminto (Sepuluh November Institute of Technology)
Dr. Euis Sustini (Bandung Institute of Technology)
Dr. Yudi Darma (Bandung Institute of Technology)
Dr. Maman Budiman (Bandung Institute of Technology)
Dr. Agus Purwanto (Sebelas Maret University)
Dr. Hendri Widiyandari (Diponegoro University)
Dr. Widiyastuti (Sepuluh November Institute of Technology)
Dr. Camellia Panatarani (Padjajaran University)


VII. Registration
Registration Fee:
Indonesian participant : IDR700.000
Oversea Participant : USD200
Registration is done by bank transfer to the following bank account.
Bank Name : CIMB NIAGA, BDC-IBC Dago Branch
Account : 026-01-42530-13-9 (Mikrajuddin A. QQ LFSN)
After payment, please complete the following form and return together with payment receipt to the following address:

The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010 Committee
Department of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganeca 10 Bandung 40132, Indonesia
Tel./Fax. : +62-22-2500834/2506452
E-mail: din@fi.itb.ac.id


REGISTRATION FORM
The 3dr Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010
Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia, 16 June 2010

Please type or print in BLOCK LETTERS in black. Please complete all sections.
Title :Prof Dr Mr Ms Mrs Miss
Family Name :
Given Name :
Organisation :
Position :
Additional Information:
(a) Government University (b) Research Institution (c) Industry Private
Postal Address:

State: Country:
Telephone : Facsimile :
Mobile : Email :

I am happy to participate as a full manuscript referee – please contact me with further details once available (YES or NOT)

Note. Please do online registration via Online-Registration. Otherwise, you could send your abstract to the following e-mail: din@fi.itb.ac.id