Rabu, 03 Februari 2010

Mari Kita Internasionalkan Proceedings Kita


Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP). Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings tersebut.

1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai 200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy. Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp 150.000,- dengan proceedings AIP.

2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).

3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng. Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.

4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh. Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi kita secara internasional juga meningkat.

Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang dilaksanakan warga ITB dimuat dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi ITB akan melonjak drastis. Katakanlah satu dosen rata-rata dapat menghasilkan dua makalah di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan 2000 rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Ini berarti ada 1000 rekaman dalam satu tahun. Bandingkan dengan rekaman publikasi warga ITB selama 10 tahun terakhir yang hanya sekitar 1400.

Andaikata ITB lebih baik hati lagi dengan memberi subsidi pada makalah yang diterbitkan di proceedings internasional tersebut maka akan diperoleh hasil yang lebih luar biasa lagi. Misalkan biaya publikasi sekitar $25 - $35 per makalah disubsidi oleh ITB. Untuk menghasilkan 1000 makalah, ITB mensubsidi $25000 - $35000 (Rp 250 juta – Rp 350 juta). Biaya ini setara dengan 5 – 7 biaya riset KK. Dengan subsidi ini ITB mendapat lonjakan yang fantastis dalam rekaman publikasi, yaitu sebanyak 1000. Saya kira biaya seperti ini tidak ada apa-apanya bagi ITB. Bahkan dua atau tiga kali biaya tersebut (sekitar Rp. 1 miliar) untuk mendapatkan lonjakan 1000 rekaman publikasi masih belum ada artinya.

Jadi, mari kita tinggalkan cara lama dalam mempublikasikan makalah-makalah seminar yang kita adakan di ITB. Mari kita publikasikan di proceedings internasional. Kalau tidak ada subsidi, mari kita naikkan biaya registrasi sebesar Rp 150.000, - Rp 200.000,-. Kalau ada subsisi, Alhamdulillah.

Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kretif untuk mengangkat nama ITB ke level internasional. Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer, dan bahkan dicibir kebanyakan orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar