Kamis, 04 Maret 2010

Mari Kita Tulis Minimal Satu Buku Sepanjang Karir


Jumlah dosen ITB sekarang sekitar 1025 orang. Andaikan satu dosen dapat menulis minimal satu buku sepanjang karirnya sebagai dosen, maka jumlah buku yang dihasilkan dosen ITB cukup banyak juga.

Dengan asumsi lama karir rata-rata seorang dosen adalah 35 tahun, maka selama 35 tahun ITB menghasilkan 1025 buku. Atau rata-rata setahun ITB menghasilkan 1025/35, yaitu sekitar 30 buku. Saya kira pada saat ini jumlah 30 buku per tahun yang dihasilkan dosen ITB belum tercapai.

Jadi, hanya dengan menulis satu buku saja selama menjadi dosen (sekitar 35 tahun) maka jumlah buku yang dihasilkan ITB cukup signifikan jumlahnya. Saya kira kita mampu melakukan itu. Pengalaman memberikn kuliah selama 35 tahun seharusnya dapat menghasilkan minimal satu buku yang bermutu.

Terlebih lagi, apalagi kita dapat menulis sekitar 1 buku selama sepuluh tahun maka jumlah buku yang dihasilkan dosen ITB setiap tahun sekitar 100 buku. Jumlah yang sangat fantastis.

Buku mungkin salah satu dokumen yang akan dibaca orang dalam waktu cukup lama dan dibaca oleh banyak orang dan memberikan manfaat bagi sejumlah generasi. Makalah ilmiah hanya sedikit yang dibaca orang. Hanya makalah-makalah luar biasa (dengan citasi yang tinggi) yang akan dibaca orang dalam waktu yang relatif lama. Pada saat ini, mungkin kebanyakan peneliti membaca makalah-makalah terbitan 5 sampai 10 tahun terakhir. Hanya sedikit makalah terbitan lebih dari sepuluh tahun yangh lalu yang masih menjadi bacaan utama para peneliti. Tetapi masih sangat banyak buku terbitan beberapa puluh tahun yang lalu yang menjadi pegangan utama peneliti maupun pelajar saat ini. Namun, ini bukan berarti makalah ilmiah tidak penting. Makalah ilmiah juga luar biasa penting sebagai bukti kepakaran seseorang dan wujud konkrit kontribusi dia bagi khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Kelihatannya, kalau kita ingin dikenang orang cukup lama, maka kita harus menulis buku.

2 komentar:

  1. Assala,,u 'alaikum wr, wb.

    Prof, bune haba? Ntoi kamanae da wara berita.
    Sy baru buat buku "Menggapai Kembali Pemikiran Rasulullah saw".
    Kebetulan dalam buku ini, sy kembangkan teori Big Light, sebagai alternatif bagi teori Big Bang.
    Prof sebagai ahli fisika, bkali punya kritik dan saran.

    Salam wea labo om Waris,

    Lenga,
    Syarif MS87.

    BalasHapus
  2. Sorri, sy nefa alamat blog ma wara isi buku sy (http://islamagamauniversal.wordpress.com/)

    BalasHapus