Sabtu, 06 Maret 2010

Publikasi dan Paten adalah Hasil Samping Riset


Menurut saya, riset yang kita lakukan mestinya dengan jelas ditujukan untuk memecahkan persoalan bangsa yang ada saat ini dan saat nanti. Dalam mengajukan proposal riset, kita identifikasi persoalan bangsa yang ada saat, dan tujuan proposal riset adalah mecari jalan untuk memecahkan persoalan tersebut.

Di tahap awal kita tidak terlalu risau dengan publikasi atau paten. Namun, apabila kita lakukan riset dengan tekun dan seksama, pasti dalam perjalanannya kita akan selalu akan menemukan metode baru, kaidah ilmu baru, material baru, atau peralatan baru. Hasil-hasil inilah yang kita publikasikan atau patenkan.

Jadi publikasi atau paten bukan tujuan utama dari riset itu sendiri. Bisa dikatakan, publikasi dan paten adalah hasil samping dari suatu tujuan besar untuk mencari solusi dalam memecahkan persoalan bangsa.

Dengan skema ini, sebenarnya kita akan mendapatkan dua hasil sekaligus, yaitu teratasinya persoalan bangsa dan pada saat bersamaan peneliti mendapatkan publikasi dan paten. Sebaliknya jika riset kita semata-mata hanya diarahkan untuk mendapatkan paten atau publikasi maka hasil yang kita peroleh hanya satu, yaitu paten atau publikasi itu sendiri. Sementara persoalan bangsa tidak tertatasi. Dan pada akhirnya, orang asinglah yang akan datang memecahkan masalah bangsa kita.

Hal ini sebenarnya umum terjadi di negara maju. Di Jepang misalnya (yang saya amati), para pengusaha datang ke laboratorium di perguruan tinggi sambil membawa masalah yang mereka hadapi. Mereka minta perguruan tinggi memecahkan masalah tersebut dengan melakukan riset. Perguruan tinggi melakukan riset untuk itu tanpa memikirkan publikasi atau riset. Tapi hampir selalu bahwa selama melakukan riset mereka mendapatkan bahan untuk publikasi atau paten. Dan pada akhirnya, perusahaan mendapatkan solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi dan perguruan tinggi memperoleh publikasi atau paten.

Tetapi, kita pun tetap mengapresiasi cabang-cabang ilmu lain yang kurang cocok dengan skema seperti ini. Ilmu-ilmu yang bersifat teoretik mungkin salah satu contohnya.

Ini hanya pendapat pribadi. Saya percaya banyak yang tidak setuju dengan pendapat ini. Adalah hal yang sangat lumrah apabila kita berbeda pendapat.

1 komentar:

  1. Pak, boleh tanya? Publikasi dari paten yang sudah memenuhi syarat administrasi itu dipublikasikan dimana? Apa harus ke haki di tanggerang atau bisa diakses lewat internet? Bagaimana bisa tahu penemuan kita sudah dipatenkan orang lain, terutama bila baru sampai tahap terpenuhi syarat administrasi (belum terbit paten)?
    Terima kasih.
    rendykus@gmail.com

    BalasHapus