Rabu, 24 Maret 2010

Riset yang Terukur dan Terget yang Jelas

Banyak topik riset yang dilakukan di ITB, namun terlalu tersebar sehingga tidak membawa implikasi besar. Contohnya, riset KK dengan biaya sekitar Rp 50 juta, terlalu beragam topiknya dan terlalu tanggung dananya untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Walaupun dalam kebijakan ITB topik riset sudah dipilih berdaarkan pririotas, tetap saja tiap topik prioritas tersebut menghasilkan sejumlah sebaran subtopik yang kadang tidak terkait satu sama lain. Contohnya topik riset energy terbarukan bisa menyebar menjadi riset energy angin, sel surya, geothermal, energi hidro, biofuel, fuel cell, dan sebagainya. Subtopik-subtopik tersebut kadang sulit diintegrasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih bermakna. Masing-masing hanya sampai pada hasil yang tanggung, walaupun ada berapa yang sampai pada hasil yang luar biasa (saya melihat ini hanya kebetulan, karena sulit dengan biaya 50 juta mendapatkan hasil riset yang luar biasa).

Menurut pendapat saya, perlu sutu kebijakan top-down dimana pimpinan ITB menspesifikasi dengan sangat tajam topik riset mana yang akan diangkat dan memberikan dana yang cukup besar untuk melakukan riset tersebut dengan target yang jelas dan terukur tiap tahunnya. Dipilih topik-topik strategis yang penting bagi bangsa, dan feasible untuk dilakukan oleh civitas ITB dari sisi sumber daya. Kalau perlu dibikin pusat riset khusus untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagai ilustrasi, misalnya ITB ingin memiliki kemampuan membuat mobil dalam waktu 5 tahun. Targetnya adalah mobil tersebut harus benar-benar operasional dalam 5 tahun. Dibangun pusat riset pengembangan mobil. Dipilih semacam CEO. Di pusat riset ini, ITB memberikan dana cukup besar dan pusat riset diwajibkan menghasilkan mobil dalam waktu 5 tahun. CEO dan pimpinan pusat riset ini memilah-milah lagi topik riset menjadi riset atas subtopic riset tentang pengembangan komponen-komponen mobil. Misalkan kepada dosen ITB ditawarkan subtopik riset tentang
a) Pengembangan mesin mobil
b) Pengembangan ban mobil
c) Pengembangan kaca mobil
d) Pengembangan chasis mobil
e) Pengembangan lampu mobil
f) Pengembangan sistem elektronik mobil
g) Pengembangan disain mobil
h) Pengembangan aerodinamik mobil
i) Pengembangan suspensi mobil
j) Dll.

Semua bagian ini juga diberi target, baik secara tahunan maupun target final selama 5 tahun. Sehingga dalam waktu 5 tahun, hasil dari bagian-bagian tersebut dapat diintegrasikan menjadi satu mobil yang sudah jalan dan siap diproduksi.

Untuk sementara dipilih beberapa topik saja yang benar-benar sangat mendesak untuk kemandirian bangsa. Tidak memilih topik yang sekedar memenuhi “selera” beberapa orang, tetapi didasarkan pada tingkat keberhasilan serta kebergunan bagi bangsa.

Topik besar lain yang menurut saya perlu kita prioritaskan adalah
1) Pusat Riset Buah-buahan Tropis (Tropical Fruit Research Center)
Tujuan pusat riset ini adalah agar di dunia kita unggul dalam teknologi buah-buahan tropis dan mengalahkan Thailand. Sekarang cukup miris kalau kita ke supermarket, karena hampir semua buah yang dijual adalah buah impor dan kebanyakan dari Thailand. Harusnya kita yang menguasai ekspor buah tropis ke seluruh dunia.

Pada pusat riset ini bukan saja orang biologi/pertanian yang terlibat tetapi juga orang-orang teknik. Karena akan meliputi perancangan alat-alat pengolahan, sensor kematangan buang, packaging, control drainase, control kelembaban, teknologi pupuk, pasca panen, dll.

2) Pusat Riset Energi Matahari (Solar Energy Research Center). Kita adalah bangsa yang dikarunia Tuhan YME energi matahari yang luar biasa, tidak pernah berhenti sepanjang tahun dan arah pancarannya hampir tegak lurus. Pancaran energi matahari di Indoensia sekitar 1,3 kW per meter persegi. Kita ini sudah diberi energi secera gratis sepanjang masa (selama matahari masih hidup) dan tugas kita tinggal menandah energi tersebut.

Banyak daerah di Indonesia yang memiliki intensitas matahari yang sangat tinggi seperti di Nusa Tenggara. Mulai dari Lombok Timur, Sumbawa, Sumba, Floles, Timor hingga pulau-pulau di laut Banda, sinar matahari sangat luar biasa. Sampai saat ini memang efisiensisi sel surya belum terlalu tinggi. Tetapi ini bukan kendala. Kita buat saja panel-panel sel surya yang berukuran besar untuk memenuhi kebutuhan listrik. Kalau perlu pulau-pulau gersang di Nusa Tenggara ditutup dengan sel surya.

Pada saat bersamaan kita melakukan riset sendiri untuk menbuat sel surya dengan biaya murah. Riset energi matahari juga bukan hanya terfokus pada sel surya, tetapi juga pada pengubahan energi matahari menjadi energi termal. Pemanfaatan energi matahari sebagai pengering di gudang-gudang. Perancangan eco-building yang seluruhnya menggunakan energy matahari sebagai penerangan (merancang gedung yang tidak perlu menggunakan lampu di siang hari, tetapi cukup dengan cahaya matahari) dan sel surya sebagai sumber listrik. Dan lain-lain.

1 komentar:

  1. Pak saya tertarik dengan pemikiran bapak mengenai topik riset yang tidak hanya sekedar memenuhi 'selera' beberapa orang. Pak kalau riset yang bapak sebutkan itu kira-kira butuh berapa banyak uang dan berapa lama waktu sampai benar-benar bisa dimanfaatkan hasilnya?

    BalasHapus